Home Uncategorized Kekerasan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi

Kekerasan Terhadap Wartawan Kembali Terjadi

67
0
Bos Tambang Ilegal Aniaya Wartawan Hingga Babakbelur

Indramayu (PI) – Kekerasan penganiayaan terhadap wartawan dilakukan oleh pengusaha tambang pasir yang bernama Widodo dan satu orang lainnya tidak diketahui namanya. Mereka dengan cara bersama-sama melakukan pemukulan dengan tangan kosong mengenai bagian kepala, tangan, badan dan kaki.

Tidak cukup sampai di situ, penganiayaan sadis pun mengikat korban lalu dipukuli dengan kayu balok sampai babak belur berlumuran darah.

Korban bernama Teten, Wartawan dari Media Fenomena News itu datang ke lokasi tambang pasir pada hari Sabtu, 29 Februari 2020 sekitar pukul 13.00 WIB di blok makam Cikedung Desa Mekarwaru Kec. Gantar Kab.Indramayu dengan tujuan mengantar temennya yang membutuhkan material pasir.

Baru datang ke lokasi tambang tersebut ada dua orang menghampiri Teten, satu orang itu bernama Widodo dan satunya tidak diketahui namanya.

Salah satu dari mereka bertanya sambil membentak, “Kamu itu yang bernama Teten?”.

Teten pun kaget dengan sikap orang yang tidak dikenal bertanya dengan nada tinggi dan Teten menjawab, betul nama saya Teten.

Tanpa kepikiran oleh Teten akan terjadi seperti itu, karena baru saja menjawab bahwa betul namanya Teten, kedua orang itu langsung menghajarnya tanpa ampun, lalu Teten diikat, sadisnya setelah diikat Teten dipukuli dengan kayu sampai pingsan.

Teten korban penganiyaan pun dibawa temennya datang ke kantor Polsek Gantar untuk melaporkan kejadian tersebut.

Setelah pelaporan ke Polsek Gantar Polres Indramayu, Teten dibawa temennya ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan.

Pelaporan pengaduan penganiayaan terhadap Teten sebagai Wartawan ke pihak Polsek Gantar Indramayu pun ada kejanggalan. Pelayanan terhadap pelaporan korban terkesan lamban. Padahal permasalan penganiayaan terhadap wartawan itu sudah jelas ada saksi dan si korban pun jelas melihat kondisinya babak belur berlumburan darah.

Harusnya pelaku penganiyaan tersebut segera ditangkap untuk di proses. Seolah-olah pihak kepolisian polsek Gantar  berpihak terhadap pelaku penganiayaan. Karena saksi pihak korban diperiksa BAP sedangkan dari pihak pelaku penganiyayaan sudah lebih 24 jam belum dilakukan penangkapan/penahanan.

Padahal seharusnya itu kasus penganiayaan, apalagi korbannya pun jelas babak belur, dan saksinya pun ada, harusnya pelaku harus segera ditangkap, ditahan dan langsung ke TKP untuk mengambil barang bukti kayu yang dipakai pelaku memukili Wartawan Fenomena News yang bernama Teten.

Solariditas Wartawan dari beberapa media sekitar 6 mobil tidak kurang dari 50 orang mendatangi kantor Polsek Gantar untuk memberikan dorongan agar supaya kasus penganiyayaan terhadap wartawan tersebut ditangani serius untuk dilakukan penahanan terhadap pelaku untuk ditindaklanjuti secara hukum yang seadil-adilnya dan benar, tanpa tebang pilih. Karena menurut informasi dari masyarakat hampir semua galian tambang pasir ada jatah pemasukan ke polsek tersebut. Bahkan Bos dari tambang  pasir yang melakukan penganiayaan terhadap Wartawan Fenomena News bernama Teten tersebut punya sodara Jenderal, jadi mereka sangat berani.

Padahal banyak tambang pasir di Indramayu diduga tidak punya ijin alias ilegal dan kejadian seperti itu bukan sekali, penganiyayaan kekerasan oleh pengusaha tambang itu sudah sering terjadi, tapi tindakan dari kepolisian seolah-olah tidak ada kejelasan dan hilang tidak ditindaklanjuti dengan serius dan benar. *(Ivan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here