Home Hukum & Kriminal Yoga : PT Merdeka Inti Persada Belum Bayarkan Gaji Pekerja, Taruhan Nyawa...

Yoga : PT Merdeka Inti Persada Belum Bayarkan Gaji Pekerja, Taruhan Nyawa Selamatkan Aset Pemerintah

51
0
Yoga (38) warga Pangandaran, yang sudah sejak awal pembangunan tersebut, bekerja untuk PT Merdeka yang memenangkan tender dan mengelola pembangunan dari Dinas Pertamanan (Disperkimtan) Kab.Bandung

Kab. Bandung (PI) – Pemenang tender sekaligus pengelola pembangunan terminal angkot dan taman alun-alun Cicalengka yang direncanakan akan diresmikan Jumat mendatang dengan budget perkiraan Rp.8 Milyar, PT Merdeka sudah hampir empat bulan tidak bayarkan hak-hak (gaji) pekerjanya. Hal ini dituturkan oleh Yoga (38) warga Pangandaran, yang sudah sejak awal pembangunan tersebut, bekerja untuk PT Merdeka yang memenangkan tender dan mengelola pembangunan dari dinas pertamanan dan kota kab.Bandung.

“Dari Desember hingga sekarang untuk saya saja dengan piket jaga malam yang dijanjikan Rp.80.000,- (delapan puluh ribu rupiah) jika dikalikan sampai sekarang berapa? dan untuk kerja disiang harinya pun sudah tiga Minggu untuk saya dan rekan dengan gaji nominal yang sama, sampai sekarang belum dibayarkan,” ungkapnya.

Ditambahkan Yoga, “tidak hanya saya, terhitung ada tiga rekan saya lainnya yang sama-sama merantau dari berbagai daerah yang sampai saat ini pun tidak dibayarkan”.

Yoga yang diwawancarai ketika team coba kunjungi pembangunan taman dan terminal angkot Cicalengka, awalnya team melihat ada bagian-bagian bangunan yang belum selesai dicat, sementara informasi waktu untuk peresmian sudah mendekati.

“Jangankan untuk beli cat, pulsa listrik saja sudah satu bulan tidak terbeli, hingga selama satu bulan ini jika malam hari, disini gelap tanpa penerangan,” tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, memancing oknum-oknum warga yang berpikiran jahat untuk mencuri barang-barang material yang ada, “kejadian pertama ada yang mencuri selang air, dan beruntung sudah diproses oleh pihak kepolisian sektor Cicalengka dan sudah pula diketahui dari PT Merdeka yang kami hubungi via seluler,” tuturnya.

Sambil menunjukkan luka bekas timpukan batu-bata, guna menyelamatkan lampu penerangan taman dari tangan jahil oknum warga yang tidak bertanggungjawab.

“Padahal kurang bagaimana, sampai-sampai kepala saya kena timpuk (lemparan) batu-bata saat mengejar pelaku yang berusaha mencuri lampu taman, bahkan untuk pengobatan kepala saya pun harus merogoh kocek saya sendiri itupun hasil pinjam dari orang yang baik untuk meminjamkan”, tambahnya pula.

Diakhir wawancara, Yoga menambahkan, tadi siang ada salahsatu perwakilan dari dinas pertamanan kota yang bernama ibu Erna, ketika saya tanyakan soal pembayaran untuk kami, dia menyampaikan bahwa sudah lunas dibayarkan ke PT Merdeka, namun malah juga meminta saya untuk mengerjakan membersihkan rumput-rumput liar di sekitar lokasi dan saya menjawab, “bagaimana saya dan rekan mau bekerja sementara gaji kami sampai saat ini belum dibayarkan,” pungkasnya.

Jumlah total gaji atau hak-hak 4 (empat) pekerja yang belum dibayarkan adalah Rp.12.320.000,(dua belas juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah) dan menurut Yoga hingga kini pihak PT Merdeka sulit untuk dihubungi.

Dengan berbekal tiga nomor WhatsApp yang diberikan oleh Yoga, dua diantaranya nomor orang kepercayaan PT Merdeka dan satu orang sopir petugas Dinas Pertamanan atas nama Erna. Team mencoba menelpon untuk meminta klarifikasi atas pernyataan Yoga, akan tetapi hingga berita ini ditayangkan, dari ketiga nomor WhatsApp tersebut tidak satupun yang menjawab atau mengangkat panggilan dari team. *(Asep Nana/Anas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here