Home Ekonomi & Bisnis Dampak Covid-19, Penghasilan Pedagang Daging Ayam Jatisari Menurun Drastis

Dampak Covid-19, Penghasilan Pedagang Daging Ayam Jatisari Menurun Drastis

32
0
Pasar Jatisari Jember kena imbas dari wabah Covid-19 dan menyebabkan penurunan penghasilan pedagang ayam potong

Jember (PI) – Sejumlah pedagang ayam potong di Pasar Jatisari Jember kena imbas dari wabah Covid-19 dan menyebabkan penurunan penghasilan. Demikian dikeluhkan Tonus, salah seorang pedagang daging ayam.

Kondisi ini membuat peternak ayam mandiri di pulau Jawa terancam gulung tikar seiring menurunnya permintaan akibat pandemi corona. Hal ini juga kian diperparah dengan melimpahnya jumlah pasokan ayam sehingga menyebabkan harganya anjlok.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam (Gopan) Suegeng Wahyudi mengatakan, saat ini harga ayam ras di tingkat pedagang hanya berkisar Rp 7.000 – Rp 8.000 per kilogram. Padahal, untuk biaya produksi, peternak setidaknya membutuhkan modal Rp 17.500 per kg.

Sementara Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) harga daging ayam ras di tingkat konsumen secara rata-rata nasional pada Jumat (17/4) mencapai Rp 28.500 per kilogram.

Tingginya biaya produksi ayam antara tak lain juga disebabkan oleh naiknya harga pakan. Sebab, selama ini bahan baku pakan ternak, seperti jagung masih didapat dari impor. Dengan pelemahan rupiah terhadap dolar AS, maka hal ini juga turut berimbas terhadap biaya produksi ayam.

Tak hanya itu, rencana Kementerian Perdagangan untuk menyerap ayam dari peternak rakyat dengan harga normal sekitar Rp 17.500 – Rp 18.000 pun hingga saat ini belum menunjukkan titik terang. Selain untuk melindungi peternak, nantinya ayam hasil pembelian akan disalurkan kepada warga-warga yang terimbas langsung pandemi virus corona.

“Hampir rata-rata pedagang menurun penjualannya, contoh misalkan daging sapi yang biasanya 4 ekor saat ini hanya 2 ekor pedagang berani memesannya di tempat pemotongan. Ayam potong atau ukuran ayam Padang yang biasanya habis 500-600 ekor tiap harinya saat ini hanya 200-300 ekor, rata-rata sisanya dibekukan disimpan di freezer,” ujar Tonus kepada wartawan. *(Abdul Wafi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here