Home Berita Utama BBWS Citanduy Perbaiki 49,8 Km Saluran Irigasi Tahun 2020

BBWS Citanduy Perbaiki 49,8 Km Saluran Irigasi Tahun 2020

298
0
Di tahun 2020, BBWS Citanduy telah merehabilitasi saluran irigasi sepanjang 49.78 kilometer dengan luas 950 hektar yang tersebar di empat titik jaringan yang berbeda.

BANJAR (PI) – Untuk meningkatkan kinerja dan fungsi layanan irigasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy terus melakukan perbaikan di sejumlah titik jaringan irigasi yang perlu mendapat rehabilitasi. Di tahun 2020, BBWS Citanduy telah merehabilitasi saluran irigasi sepanjang 49.78 kilometer dengan luas 950 hektar yang tersebar di empat titik  jaringan yang berbeda.

Dari data yang diperoleh dari BBWS Citanduy, rehabilitasi saluran irigasi saat ini tengah dikerjakan di empat titik, pertama, yakni Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Lakbok Utara IPDMIP sepanjang 11,18 km dengan luas 248,57 hektar dengan pagu anggaran Rp. 32.320.000.000,00 dikerjakan oleh PT. Karya Kita Putra Pertiwi yang beralamat di JL. Raya Guntur No. 18 Kedongdong Kidul Kabupaten Cirebon Propinsi Jawa Barat dengan harga penawaran sebesar Rp 23.270.380.000.00.

Kedua, Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI. Manganti (SI. Lakbok Selatan) sepanjang 18,90 km dengan luas 420 hektar dengan pagu anggaran Rp. 45.710.630.000,00 dikerjakan oleh PT. Kharisma Bina Kontruksi yang beralamat di Jl. Galunggung Raya No. 15 Kedundung, Magersari  Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur dengan harga penawaran sebesar Rp. 32.690.113.083,00.

Ketiga, Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Cikunten I sepanjang 10 km dengan luas 142,86 hektar dengan pagu anggaran Rp. 32.908.470.000,00 yang dikerjakan oleh PT. Tiara Mulya Sejahtera yang beralamat di Jl. KH Tubagus Abdullah Kp. Cimerak RT. 001 RW. 002 Kelurahan Sukaasih Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya Propinsi Jawa Barat dengan harga penawaran sebesar Rp. 24.841.191.340,90.

Keempat, Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Irigasi DI. Cikunten II sepanjang 9,70 km dengan luas 128,57 hektar dengan pagu anggaran Rp. 29.082.850.000,00 yang dikerjakan oleh PT. Trijaya Nusantara Abadi yang beralamat di Jl. Parapat RT.003 RW.009 Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran Propinsi Jawa Barat dengan harga penawaran sebesar Rp. 22.393.794.320,70.

PPK Irigasi dan Rawa BBWS Citanduy, Dance Bromi Rompas, ST sedang sosialisasi.

PPK Irigasi dan Rawa BBWS Citanduy, Dance Bromi Rompas, ST., mengatakan, dengan dilakukannya rehabilitasi jaringan irigasi di empat titik, diharapkan dapat berfungsi dengan maksimal, sehingga kebutuhan air untuk petani dapat terpenuhi.

“Program rehabilitasi irigasi ini pun sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan produksi pangan di bidang pertanian dan juga untuk melindungi daerah permukiman serta sarana publik lainnya,” katanya kepada Koran Pelita Investigasi, belum lama ini.

Pekerjaan rehabilitasi yang ditargetkan selesai pada bulan Maret 2021 ini guna meningkatkan fungsi dan pelayanan Saluran Irigasi, karena Irigasi merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan sektor pertanian.

Dance menambahkan, saluran irigasi di bawah pengeloaan BBWS Citanduy, pasokan airnya sangat dibutuhkan oleh para petani di daerah lumbung padi yang berada di Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Pangandaran.

“Jadi, pemanfaatan airnya harus maksimal guna mendukung peningkatan produksi padi yang maksimal. Makanya, kami selalu merespon apabila mendapat aspirasi dari petani terkait kondisi irigasi yang harus mendapat perbaikan. Kami pun intens melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kelompok pertanian dalam rangka meningkatkan partisipasi petani dalam pengeloaan jaringan irigasi,” terangnya.

Menurut Dance, dari survey lapangan yang dilakukan pihaknya, saat ini masih banyak saluran irigasi di wilayah kerja BBWS Citanduy yang harus mendapat perbaikan. Namun, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki pemerintah, perbaikan akan dilakukan secara bertahap. “Kami setiap tahun melakukan rehabilitasi secara bertahap dengan memperhatikan skala prioritas,” imbuhnya.

Sementara itu, dari data yang diperoleh dari BBWS Citanduy, kerusakan infrastruktur irigasi dengan kondisi rusak berat terdapat di tiga jaringan. Kondisi kerusakan paling parah terdapat di jaringan irigasi dan saluran pembuang DI Cikunten I. Sementara di jaringan irigasi dan pembuang DI Lakbok Selatan sudah tidak terdapat infrastruktur irigasi dengan kondisi rusak berat. (Ajat Sudarjat/Nana Suherna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here