Home Hukum & Kriminal Oknum PNS Disdik di Subang Diduga Rangkap Jabatan Bekerja di Perusahaan Swasta

Oknum PNS Disdik di Subang Diduga Rangkap Jabatan Bekerja di Perusahaan Swasta

328
0
Mobil Berwarna Silver Diduga Milik Sdr. AN Tampak Terparkir di PT. SH

SUBANG (PI) –  Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) di lingkungan Pemkab Subang diduga merangkap pekerjaan dan jabatan. Selain sebagai PNS/ASN Sdr AN (Inisial-Red) juga diduga bekerja di salah satu perusahaan swasta/pabrik yang ada di Subang. Hal tersebut terungkap setelah wartawan media Pelita Investigasi melakukan investigasi dan penelusuran.

Hasilnya memang benar bahwa yang bersangkutan adalah seorang PNS/ASN yang dulunya bertugas di UPTD atau Korwil Pendidikan Kecamatan Blanakan-Subang, lalu dimutasi ke SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, setelah itu kemudian dimutasi lagi yaitu ke SMP Negeri 4 Pabuaran dan mulai bertugas pada Oktober tahun 2019.

Oknum PNS berinisial AN telah mengabaikan tanggungjawabnya sebagai PNS lantaran ia bekerja di salah satu perusahaan di Subang

Semenjak Sdr. AN bertugas di SMP Negeri 4 Pabuaran tersebut, dari keterangan yang berhasil dihimpun bahwasanya ia jarang masuk dinas sebagaimana layaknya sebagai seorang PNS/ASN.

Dalam rangkaian mencari tahu kebenaran Sdr. AN tersebut, Media kami terus mencari informasi lebih lanjut dan ternyata memang benar bahwa Sdr. AN yang bersetatus PNS/ASN itu bekerja sebagai HRD/Personalia di salah satu perusahaan swasta/pabrik yaitu “PT. SEOK HWA/SH” yang beralamat di Desa Wantilan Kecamatan Cipeundeuy – Kabupaten Subang.

Menyikapi kejadian tersebut, Enjang yang akrab disapa Black dari Ormas GAMPIL Subang turut angkat bicara. “Kami untuk hal ini akan meminta baik secara langsung maupun melalui surat resmi lembaga kami kepada Pemerintahan Daerah Kabupaten Subang melalui BKPSDM dan Disdik, agar sesegera mungkin untuk dapat menindaklanjutinya dengan  memanggil yang bersangkutan yaitu Sdr. AN ini,” ungkapnya.

Dikatakan Enjang, sdr AN dapat diberikan sanksi baik secara administrasi maupun yang lainnya bahkan tidak menutup kemungkinan dinonaktifkan serta harus memanggil pihak perusahaan swasta/pabriknya dikarenakan secara langsung telah mempekerjakan seseorang sebagai karyawannya yang berstatus sebagai PNS/ASN, sesuai Undang – Undang maupun Peraturan yang berlaku di NKRI ini.

“Bahkan apabila memungkinkan dalam situasi pademi ini, Kami dari Ormas GAMPIL akan melaksanakan orasi secara terbuka di lingkungan/intansi terkait,” pungkasnya. (Team Investigasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here