Home Hukum & Kriminal Oknum Advokat di Semarang Diduga Lecehkan Kliennya

Oknum Advokat di Semarang Diduga Lecehkan Kliennya

224
0
"Tanpa ada kecurigaan, saya mengiyakan, dan takut dianggap tidak menghargai niat baik seseorang, akan tetapi saya sempat kaget, pada saat MV mencoba membuka tali Bra saya yang alasannya ketika saya tanyakan kenapa harus membuka tali Bra saya adalah untuk dirunut diurut atau dipijatnya biar mengurangi sakit kepala saya"

SEMARANG (PI) – Ditengah Pandemik dan juga dalam keadaan dililit permasalahan yang banyak, Sebut saja Melati warga Kp. Jagalan, melalui orang yang telah dikenalnya mencari bantuan agar bisa memecahkan solusi yang dialaminya.

Bukan Pucuk Dicinta Ulam pun Tiba, yang diharapkan oleh Melati dengan meminta bantuan seorang Kuasa Hukum yang berinisial MV mengaku dari Peradi yang berkantor di alamat Jalan Ngaliyan Semarang Jawa Tengah.

Melati malah mendapatkan perlakuan yang dianggap melati diluar nalar pada saat ia menghargai MV adalah seorang kuasa hukum yang beretitut dan bisa menjadi pelindung serta membantu mencarikan solusi permasalahannya.

Berawal dari pertemuan dirumah yang sudah dianggap saudaranya, sebut saja Kumbang, dan hingga terjadi kontrak kerja menguasakan kepada MV sebagai kuasa hukum Melati.

Menurut pengakuan Melati, niat buruk dari MV sudah terlihat pada saat Melati sempat diantarkan pulang dari Semarang kota menuju rumahnya Kp. Jagalan Ambarawa Kab. Semarang, itupun dikarenakan MV sempat menelepon Melati dengan berniat akan berkunjung ke rumah Melati untuk hal yang menyangkut surat kuasa serta penangan masalah yang sedang dialami Melati.

“Saya koq heran mas, kenapa koq jalannya muter ke Arah Bandungan, padahal lebih dekat dengan melintas arah Bawen,” ujarnya.

“Pada saat didaerah Bandungan, saya diajak berhenti untuk beristirahat, dikarenakan saya sedang tidak berpuasa dan MV adalah nonmuslim, MV sempat menawarkan untuk istirahat cari warung minum, saya mengikuti mas, lha wong saya dibonceng”.

“Akan tetapi saya sempat kaget, apakah itu unsur bercanda atau guyon, MV sempat berkata bahwa, barangkali mba mau istirahat dulu di hotel? akan tetapi saya jawab, ya tidaklah mas, inikan saya harus pulang untuk siapkan berbuka puasa keluarga saya,” paparnya.

Tanpa kecurigaan yang berkepanjangan, Melati pun diantar sampai ke rumahnya.

Dihari Rabu tepatnya, pukul 20.00 WIB MV bersama Kumbang dan teman Kumbang berkunjung ke rumah Melati untuk membahas kembali dari apa yang menjadi permasalahan Melati, selang beberapa waktu setelah semuanya menganggap selesai melakukan pembahasan, mereka pamit pulang, akan tetapi pada saat pamit pulang, Kumbang dan temannya sempat menunggui MV di halaman rumah Melati.

“Saya sempat menanyakan kepada MV, apakah mau bareng atau tidak, dijawab MV silahkan duluan, saya mau ikut pipis dulu dan juga saya mau menuju arah Semarang dikarenakan ada keperluan, akhirnya saya dengan teman saya pun pulang “, tutur MV, pada saat diwawancarai.

Diceritakan oleh Melati, bahwa pada saat setelah ditinggalkan kumbang dan temannya, ternyata MV yang dikira akan pulang ternyata tidak langsung pulang.

“Ketika berbincang, saya sempat mengeluhkan kepala saya sakit, dan MV menawarkan jasa untuk memijit kepala saya dengan bilang bahwa dia bisa mijit”.

“Tanpa ada kecurigaan, saya mengiyakan, dan takut dianggap tidak menghargai niat baik seseorang, akan tetapi saya sempat kaget, pada saat MV mencoba membuka tali Bra saya yang alasannya ketika saya tanyakan kenapa harus membuka tali Bra saya adalah untuk dirunut diurut atau dipijatnya biar mengurangi sakit kepala saya”, tambah Melati.

“Setelah saya rasa ada hal yang ganjil dalam memijat di bagian belakang tubuh saya, akhirnya saya pun menyuruh MV untuk menghentikan pijatannya dan bermaksud untuk bertanya, kapan MV akan pulang Dikarenakan sudah terlalu larut malam tidak baik dilihat tetangga dikarenakan pada saat itu kurang lebih sekitar pukul 22.00 WIB,” ungkap Melati.

“Disangka akan berhenti dan berpamitan, MV justeru malah memegangi kaki saya dan bilang bahwa akan memijat kaki saya, saya sempat menolaknya, tapi MV memaksa dan terus memijit kaki saya bagian bawah, dengan tenaganya yang besar dan perawakan yang tinggi besar, saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya berharap kali ini niatnya baik dan tidak kurang ajar”.

“Akan tetapi, lama-lama apa yang saya khawatirkan terjadi, tangannya naik ke arah bagian atas kaki saya, saya mencoba meronta, tapi dengan tenaganya yang kuat saya tidak bisa melepaskan tangannya dari paha saya, beberapa kali tangannya sempat hampir menyentuh Vagina saya, akan tetapi dengan tenaga saya yang jauh dibandingkan dengan tenaganya saya mencoba menjauhkan tangannya dari paha saya menggunakan tangan saya”.

“Beruntung ada keajaiban, hingga saya bisa melepaskan tangannya dari kaki saya, dan akhirnya saya menyuruhnya untuk pulang secara baik-baik, akan tetapi pada saat dia akan pulang, dia sempat bicara ke saya untuk tidak memberitahukan atau menyampaikan kejadian tersebut kepada Kumbang yang mempertemukan saya dengan MV,” pungkas Melati.

Team mencoba mengklarifikasi hal ini ke MV.

Dihari pertama team bisa bertemu dengan MV di Polrestabes Semarang dikarenakan MV sedang ada penanganan kasus dikarenakan profesinya sebagai Advokat.

“Jika saya salah, saya minta maaf, tapi saya tidak merasa melecehkan, untuk memijat itu ijin dari Melati, ungkap MV dengan meminta ijin disambung kembali wawancaranya besok hari dikarenakan tergesa-gesa untuk menyelesaikan tugas profesinya.

Di hari yang ditunggu, tepatnya Senin 10/05/2021, MV berkunjung ke rumah Kumbang untuk menepati janjinya klarifikasi lanjutan perihal sebelumnya.

“Saya datang kesini, mohon ijin yang pertama dengan dasar tabayun, serta kekeluargaan, akan tetapi saya ingin dipertemukan dengan Melati agar bisa clear, saya siap untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” tukas MV.

Akan tetapi Melati tidak dapat hadir dikarenakan sakit kepala yang dideritanya sedang kambuh dan tidak bisa bangun, pada saat dihubungi by chat Whatsap. (Team Liputan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here