Home Daerah Lemahnya Pengawasan Dinas PUPR Kabupaten Ciamis, Proyek Dikerjakan Asal-asalan

Lemahnya Pengawasan Dinas PUPR Kabupaten Ciamis, Proyek Dikerjakan Asal-asalan

65
0

Ciamis -PI. Banyaknya proyek yang dikerjakan dengan asal-asaln, diduga akibat lemah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ciamis. Dinas PUPR Kabupaten Ciamis  dinilai tidak maksimal dalam mengawasi pekerjaan, sehingga banyak proyek yang dikerjakan oleh kontraktor tidak sesuai dengan petunjuk teknis dari pemerintah.

Salah satunya Proyek peningkatan Jalan Raya  Bojonggedang – Cileungsir  Kabupaten Ciamis diduga banyak penyimpangan. Humas LSM KPAHN Yayat mengatakan, proyek peningatan jalan ini tak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Terlihat dari pemasangan lapis pengerasan bawah,” kata Yayat  ke Wartawan Media Pelita Investigasi  Minggu ( Jumat 7 September 2021, mengatakan pemadatan dan pengunaan butiran Matrial asal tidak sesuai Speksikasi.

Proyek peningkatan jalan ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis tahun 2021 dengan menelan biaya yang cukup besar senilai Rp14,349.804.000,00 yang dikerjakan oleh PT LAKSANA DHARMA PUTRA yang beralamat Jl Lawang Tonjong No 100 Lengkong Jamanis Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat

Sebenarnya ini tidak akan terjadi penyimpangan jika pengawas dari dinas dan pejabat pembuat komitmen turun ke lapangan dan memantau langsung pekerjaan dengan benar dan tegas, jangan jangan penyedia  dengan dinas  PUPR ada Korporasi, soalnya begitu kami Turun kelapang tidak ada orang dinas yang  melakukan pengawasan solah olah dibiarkan pekerjaan tersebut.

Yayat mengatakan bahwa dari Lembaga KPAHN sudah melayangkat surat konfirmasi ke pihak dinas PUPR Kab..Ciamis atas dasar temuan hasil Team Investigasi dari Lapangan,  dan ada beberapa poin yang kami pertanyaan. Salah satunya terkait pengunaan butiran Matrial, dari temuan team di lapangan, ditemukan Matrial pemadatan lapisan pengrasan bawah mengunakan Matrial obrog, batuan bulat, dan barangkali yang ke campur dengan tanah,

Terus pembangunan Jembatan pada proyek pekerjaan Jalan tersebut yang menurut beberapa pihak,  pekerjaan tersebut di duga asal asalan. Karena menurut yayat pekerjaan seharusnya untuk kontruksi Jembatan yang akan di lalui banyak kendaraan berat yang melintas harusnya dari mulai pekerjaan podasi pilar jembatan harusnya kedalaman galian harus benar benar di perhitungkan, dengan pembesian yang maksimal, sedangkan Realisasi pekerjaan tersebut tidak dilakukan, pekerjaan pondasi jembatan seperti pekerjaan TPT,  bukan dengan Pengecoran Beton yang di pasang Tulangan pembesian.

Namun menurut dari Jawaban Surat Dinas PUPR Kab Ciamis, kepada KPAHN ,tahapan Pekerjaan Peningkatan Jalan Bojonggedang – Cileungsi sesuai dengan yang telah direncanakan  ( Gambar Rencana) dengan mengacu pada Spesifikasi umum 2018 untuk pekerjaan kontruksi jalan dan jembatan ( Repisi 2 ) yang dikeluarkan oleh Pementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga, Batu Batu Bulat yang di bahu jalan merupakan sisa galian pada Lokasi pelebaran yang konstruksinya di ganti dengan Aggregat Klas B dan Pondasi Atas CTB sebelum pelapisan Permukaan AC – WC,

Hingga saat ini tahapan pelaksanaan item pekerjaan Hotmix AC – WC pada pekerjaan peningkatan jalan Bojonggedang – Cileungsir belum dilaksanakan sehingga dugaan adanya temuan / penyimpangan yang saudara sampaikan sangat tidak mendasar, ungkap dari pihak dinas PUPR Ciamis

Pada saat sodara kelapangan, untuk pekerjaan jembatan baru sampai tahap pekerjaan pondasi yang mengunakan pasangan batu, sedangkan pekerjaan boton belum dilaksanakan sehingga pasir yang ada dilapangan adalah pasir pasang bukan pasier kasar/ pasir Beton, Itu poin poin jawaban dari Pihak Dinas PUPR Kabupaten Ciamis dari

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan Yang bertanda tangan Saudara Drs Adang Firman T.MT. Menanggapi jawaban surat jawaban dari dinas PUPR kepada Lembaga KPAHN, Yayat sebagai Humas KPAHN mengatakan, sangat berterimakasih kepada Kepala Dinas PUPR Ciamis sudah merespon, menanggapi surat konfirmasi dari KPAHN, Cuma Yayat menyangkan surat jawaban dari dinas PUPR kepada KPAHN seharusnya di lampirkan dengan dokumentasi gambar atau poto poto pekerjaan supaya mendasar, karena dari poin poin jawaban surat dari pihak dinas PUPR Ciamis mengatakan, bahwa dugaan adanya temuan/ penyimpangan  yang saudara sampaikan sangat tidak berdasar.

Yayat pun mengatakan ke pihak media, bahwa penyampaian pihak dinas itu sebaliknya, yang tidak mendasar itu jawaban surat dari dinas PUPR Ciamis ke KPAHN. Dasar dugaan ada penyimpangan yang sudah di sampaikan ke pihak dinas PUPR kabupaten Ciamis sudah sesuai atau dan, dasarnya dari hasil team investigasi kelapangan terkait pekerjaan tersebut,  seperti hasil pengambilan gambar foto foto dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut yang sudah kami lampirkan dalam surat konfirmasi yang kami sampaikan kedinas PUPR Ciamis, itu sudah mendasar, ukap Yayat,

Justru yang tidak mendasar itu jawaban surat dari dinas PUPR ke KPAHN, tidak ada jawaban membahas pada poin poin yang KPAHN pertanyaan,  harusnya jawaban surat tersebut melampirkan Gambar/ Foto Foto pelaksanaan pekerjaan tersebut di perlengkapan dengan Foto copy RAB. Jadi mau benr gimna kalau semuanya ditutup tupi, sebagai mana didalam Undang Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Imformasi publik.”tegas Yayat.”( team Pelita investigasi )

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here