Home Daerah Pilkades Panenjoan Diwarnai Dugaan Ijazah Palsu Calon Kades

Pilkades Panenjoan Diwarnai Dugaan Ijazah Palsu Calon Kades

49
0
Team Investigasi saat mewawancarai Panitia Pilkades Panenjoan yang dipimpin oleh Yeyet Rochyati, S.Pd di Aula Lantai II Desa Panenjoan Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung.

Kab.Bandung (PI) – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mekarsari diduga mengeluarkan ijazah instan untuk digunakan oleh salah satu calon Pilkades di desa Panenjoan Kec. Cicalengka Kab. Bandung (29/09/2021).
Team liputan melakukan investigasi setelah mendengar maraknya isu di masyarakat desa Panenjoan terkait adanya salah satu calon Kades yang menggunakan ijazah palsu, pada tanggal 28/09/2021 team mendatangi kantor desa Panenjoan.
Yadi Suryadi, yang mengaku sebagai anggota panitia Pilkades mengatakan, memang sempat booming di masyarakat terkait salah satu calon nomor urut 2 a/n Shd tersebut dan untuk saat ini sudah kondusif.
Terkait hal tersebut team panitia yang dipimpin langsung oleh ketua ibu Yeyet Rochyati S.Pd, mendatangi PKBM Mekarsari tersebut dan mendapatkan jawaban bahwa benar Shd terdaftar di sana.
”Dan berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan yang menerangkan bahwa surat keterangan kelulusan bisa dipergunakan sebagai pengganti ijazah, maka sudah dianggap sah oleh kami selaku panitia Pilkades,” jelasnya.
”Untuk klarifikasi lebih lanjut, bapak-bapak sebaiknya menghubungi ketua panitia,” tukas Yadi Suryadi di kantor desa Panenjoan, Selasa (28/9/20210).
Dihari yang sama berbekal alamat PKBM Mekarsari, team pun menemui Kepala PKBM Mekarsari dan sempat bertemu dengan penjaga SD Mekarsari atas nama Deni yang mengatakan bahwa semenjak tahun 2018, PKBM Mekarsari tidak lagi beroperasional digedung sekolah, pindah ke rumah Rukmanda, SPd. yang beralamat di Gg Mesjid Bojong Asih Cicalengka.

Register penerimaan atau terdaftar berbagai nama siswa termasuk Shd yang tertera di tahun 2018 akan tetapi untuk a/n Shd penulisan tahunnya tidak jelas dan tidak menunjukkan tahun 2018 meski sudah ditanyakan kepada Rukmanda, S.Pd., dan dijawab tahun 2018.

Pada saat ditemui, Rukmanda dengan jelas mengatakan bahwa memang benar Shd terdaftar sejak dari tahun 2018 dan lulus di 2021.
Pada saat ditanya perihal arsip ijazah a/n Shd, ” Tidak ada pak, dan ini hanya ada photo copynya saja dan hanya yang bagian belakangnya saja yang tertera nilainya”.
”Untuk surat keterangan kelulusan yang ada disaya ini asli, dan yang di pegang Shd juga Asli, terkait ada yang datang atau tidak dari pihak Pilkades itu tidak ada, justeru saya baru tahu dari bapak-bapak bahwa Shd mau mengikuti pencalonan Pilkades,” tambah Rukmanda.
“Surat keterangan kelulusan dari PKBM Mekarsari yang tidak tertera No surat edaran dari Disdik, itupun dikeluarkan oleh Disdik,” pungkasnya.

Surat Keterangan Kelulusan atas nama Shd yang dikeluarkan PKBM Mekarsari Th Pelajaran 2020/2021.

Melalui sambungan phone WhatsApp dengan Yeyet Rochyati, S.Pd, ketua Panitia Pilkades dan juga ketua BUMDES menjelaskan, Kepala PKBM Mekarsari Rukmanda pada saat kami menanyakan perihal Ijazah a/n Shd, yang kami terima dari lampiran persyaratan calon, malah menyebutkan itu ijazah palsu dan meminta perlindungan hukum kepada kami yang notabene adalah panitia Pilkades.
“Dan kami melihat di Register penerimaan siswa PKBM, a/n Shd terdaftar sejak tahun 2018,” ujar Yeyet pula.
Menurutnya, panitia berdasarkan surat edaran dari Disdik yang menyatakan bahwa surat keterangan kelulusan bisa digunakan sebagai persyaratan dengan catatan sebagai pengganti ijazah, maka panitia dan team panwas serta penjaringan menetapkan Shd bisa mengikuti kompetisi Pilkades.
“Kami pun menceritakan perihal ijazah palsu pada saat kunjungan kami ke kantor Dinas,” pungkas Yeyet.
Pada hari Rabu 29/09/2021 Team mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kab.Bandung yang berlokasi di Komplek Pendopo Kab. Bandung-Soreang, Diterima awal oleh Farida staf Disdik, ”Untuk hal yang bapak sampaikan terkait desa Panenjoan, bapak bertemu dengan ibu Tyas saja, dikarenakan yang menerima dari Panitia Pilkades adalah ibu Tyas dan pak Kadis”.
“Setahu saya ijazah yang harus dilampirkan untuk persyaratan pencalonan Pilkades, bukan surat keterangan kelulusan,” tukas Farida.
Setelah menghubungi yang bernama Tyas by chatting WhatsApp, dan menunggu selama kurang lebih 3 jam, ” Tyas mengatakan ” Dinas hanya mengeluarkan surat keterangan sesuai dari apa yang telah dilampirkan pemohon, diantaranya Lembaga PKBM dan juga setelahnya dari Panitia Pilkades yang berkunjung ke kantor kami untuk bertanya perihal surat keterangan kelulusan “.
”Perihal adanya informasi ijazah palsu ber merk PKBM Mekarsari a/n Shd yang sempat digunakan untuk persyaratan pencalonan, saya dikasih tahu atau mendapat kabar pada saat saya diundang ke Kantor Desa Panenjoan”.

Rukmanda, SPd., Tyas dan dua rekan Tyas pada saat menerima team di ruangan di Dinas Pendidikan Kab. Bandung

Ada sesuatu hal yang menjadi dugaan bahwa kenapa Rukmanda bisa berbarengan dengan Tyas dan juga yang diperkenalkan sebagai team dari Tyas pada saat dirinya ada pekerjaan di luar kantor.
Didepan Tyas dan juga teamnya, Rukmanda justeru menjawab pertanyaan team. “Pada saat sekitar tahun 2020 Shd membawa ijazah yang bukan kami keluarkan, dan dari momen itulah saya menyarankan agar Shd mengikuti proses belajar selama tiga tahun untuk mendapatkan ijazah asli,” tegas Rukmanda.
Padahal menurut team panitia Pilkades dan juga Yeyet Rochyati S.Pd diruangan Kantor desa Panenjoan (pada saat ditemui Rabu 29/09/2021 selepas dari kantor Disdik) mereka memperlihatkan ijazah a/n Shd dan dinyatakan oleh Rukmanda S.Pd adalah palsu dan meminta perlindungan hukum kepada Panitia Pilkades itu pada Juni 2021.
Namun berbeda pada saat di lokasi PKBM nya, Rukmanda didepan Tyas dan team mengatakan, memang benar pada saat dari tahun 2018 ada nama Sahid dengan kepanjangan A, Sahid dengan Kepanjangan B, dan bukan Sahid yang ini.
Dari salah satu yang diperkenalkan oleh Tyas diruangan Kantornya menyebutkan, ”Kenapa juga pihak panitia menerima dan memverifikasi Shd tersebut hanya dengan melampirkan surat keterangan kelulusan itu yang harus dipertanyakan,” ungkapnya.
Sementara Yeyet Rochyati dan team mengatakan bahwa atas dasar surat keterangan yang dikeluarkan oleh Disdik dan penerangan secara gamblang perihal surat keterangan kelulusan sebagai pengganti ijazah, dari Tyas pada saat diundang ke Kantor desa dan disaksikan oleh semua pihak termasuk para Calon, team bisa memverifikasi dan menyatakan bahwa Shd berhak ikut berkompetisi dalam Pilkades.
Padahal jelas dalam Perbup Kab. Bandung untuk persyaratan pencalonan Pilkades itu harus melampirkan surat ijazah/STTB aslinya. Apabila proses belajar di PKBM adalah 3 tahun, lalu kenapa Rukmanda bisa berbalik cerita soal kedatangan Shd pada tahun 2020 dengan membawa ijazah yang bukan dikeluarkan oleh PKBM Mekarsari, namun di buku Register pendaftaran, tertulis terdaftar dan dinyatakan dengan tegas oleh nya Shd terdaftar sejak 2018, dan Sementara team panitia Pilkades Panenjoan menjelaskan bahwa Juni 2021 bertemu dengan Rukmanda dan memperlihatkan ijazah yang dianggap palsu oleh Sang Kepala PKBM Mekarsari tersebut.
Team akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mendapatkan informasi yang valid terkait keabsahan persyaratan pencalonan Pilkades. (Team Investigasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here