Home Daerah Lemahnya Pengawasan, Diduga adanya persekongkolan Dinas Bina Marga Propinsi Jabar dengan...

Lemahnya Pengawasan, Diduga adanya persekongkolan Dinas Bina Marga Propinsi Jabar dengan Pihak Kontraktor

110
0

Majalengka-PI.Team Penggiat Aliansi Media Jabar menemukan indikasi-indikas  kesalahan pengerjaan proyek pengaspalan jalan yang mengalami kerusakan, bahkan dengan mudah terkelupas hanya dengan jari tangan. Temuan diperoleh setelah Team Investigasi Penggiat Aliansi Media Jabar mendatangi langsung ke lokasi proyek yang berada di  Kecamatan Bantarujeg pada  Selasa 6 Oktober 2021.

Kami memang menemukan beberapa titik aspal hotmix jalan yang mengalami retak dan akhirnya mengelupas,” kata Adang  usai memeriksa kondisi konstruksi aspal hotmix. Dia menyebut, ada beberapa  sebab kerusakan aspal yang dikerjakan oleh PT DIAN PERDANA KARASA dengan nilai kontrak sebesar Rp 7.112.852.675,54K

Karena kontraktor tidak benar-benar membersihkan debu dan tanah di dasar jalan saat melakukan kompresi. Sehingga, aspal tidak merekat secara maksimal. Seharusnya dilakukan pembersihan sebaik mungkin supaya tidak ada kotoran di jalan sebelum penghamparan aspal hotmik, Kala itu, juga sempat turun hujan yang membuat kondisi dasar jalan menjadi basah saat aspal dihampar. kemungkinan besar penyebab lainnya adalah pihak kontraktor terlalu sedikit memberikan zat perekat yang dicampur bersama aspal. Maka, sangat berdampak pada lemahnya daya ikat antara aspal dengan material.

Terlebih lagi dapat disebabkan oleh bahan aspal yang temperaturnya tidak sesuai. “Bisa kurang panas atau justru pemanasannya terlalu sehingga aspalnya gosong,  pengelupasan aspal semakin parah lantaran pelaksanaan pekerjaan pada proyek Peningkatan Jalan Talaga Bts Majalengka – Sumedang tersebut dari mulai pemadatan pengerasan LPB butiran matrial dan pengerjaanya asal asalan, butiran matrial pemadatan dasar mengunakan matrial obrog, barangkal tanah atras dengan berbagai ukuran, adapun matrial agregrat sebatas sarat untuk di mengoplol di campurkan ke matrial obrog,”Ungkapnya.

Pekerjaan TPT dan Saluran drenase di duga tidak sesuai spek, ditemukan pekerjaan TPT dan Saluran Drenase di bongkar lagi, mungkin itu temuan dari dinas terkait buruknya kualitas pekerjaan, dari mulai matrial pasir dan batu, dan diduga ada pengurangan volume semen, Proyek Peningkatan Jalan Talaga Bts Majalengka Sumedang tersebut di duga bermasalah dari mulai Lelang Tender ULP Jawa Barat,

Dalam Data Lelang ULP Jawa Barat, Nama Tenden 1 KM Pekerjaan Penunjang Jalan Talaga Bts Majalengka / Sumedang (Krisik ). Katagori Pekerjaan Kontruksi, Instansi Pemerintahan Daerah Jawa Barat. Satker Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Pagu Rp. 9.847.176.208.00 HPS Rp.9.847.176.190, 54. Nama Pemenang PT DIAN PERDANA KARSA alamat Jl DG Tata Hartaco Indah Blok 3L01.639.585.7 Makasar ( Kota) Sulawesi Selatan.

Sedangkan Realisasi di Lapangan kami temukan Papan Inpormasi yang terpanggang di dekat Lokasi Proyek Pekerjaan.  Dalam Papan Proyek tertera, Peningkatan Penunjang Jalan Talaga Bts Majaleng – Sumedang ( Krisik)   No Kontrak 602 / 396 KTR/!PPK Rekons/PJ2WPVI 2021 Tanggal Kontrak Rp.18 Juni 2021 Nilai Kontrak Rp.7.112.852.675.,54.Waktu Pelaksanaan 189 Hari Kalender Kon/ Pelaksana PT DIAN PERDANA KARASA Alamat Jl Cijagra 1no.37A Lengkong Kota Bandung. Konsultan Pengawas PT PURI DIMENSI  Alamat : Kamp.Putaraco Gading Regenci Jl Gading Utama Blok.A ll No 3 Bandunng.

Kejanggalan jelas terlihat  Alamat Kantor Pihak Penyedia Jasa / Kontraktor yang tertera di Papan Proyek beralaman  Kota Bandung Jawa Barat. Sedangkan dalam Lelang Tender ULP tertera Alamat Pemenang Lelang Kota Makasar Sulawesi Selatan. Terus Nama Perusahaan Penyedia Jasa / Kontraktor tidak sama, di ULP PT DIAN PERDANA KARSA di Papan Proyek PT DIAN PERDANA KARASA.

Pekerjaan Dinas PUPR BPJ Wilayah enam Jawa Barat hampir 90 % Di Konsultani oleh PT PURI DIMENSi, pedahal beberapa temuandari tahun 2018 kami menemukan beberapa paket yang konsultannya PT PURI DIMENSI banyak menghasilkan pproyek gagal. Seperti jalan Pakendang Jatibarang Indramayu Tahun 2018 terus jln Kadipaten Majalengka tahun 2018 dan sekarang sudah diperbaiki dengan biyaya anggaran tahun 2021. Yayat Humas LSM Komite Penyelamat Aset Harta Negara (KPAHN) sudah melayangkan surat komfirmasi kepihak dinas PUPR provinsi Jawa Barat, dan belum ada jawaban.  Team Penggiat Aliansi Media dan LSM  akan segera  melaporkan mengenai kasus ini ke Gubernur Jawa Barat ke Pihak APH dan BPK supaya segera ditindak secara prosedur Hukum yang berlaku .”Pungkasnya.(team Pelita Investigasi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here