Home Daerah Banyak Proyek Pembangunan’Plat Merah’ Dimajalengka Mangkrak, Siapa Bertanggung Jawab?

Banyak Proyek Pembangunan’Plat Merah’ Dimajalengka Mangkrak, Siapa Bertanggung Jawab?

112
0

Majalengka-(PI). Iskandar Tokoh Lembaga Penggiat Aliansi Lintas Lembaga Anti Korupsi mengakui bahwa proyek pembangunan di tahun 2021 di Kabupaten Majalengka banyak yang mangkrak.Proyek pembangunan tak selesai tepat waktu karena sejumlah faktor. Kata Iskandar pelaksanaan proyek  pembangunan selama 2021 ini, selain kualitasnya buruk, juga banyak yang tidak beres (mangkrak),” ujarnya kepada wartawan

Menurutnya, pembangunan yang dinilai mangkrak karena pembangunan yang ditargetkan selesai tahun 2021 tetapi sampai saat ini diahir tahun 2021 belum selesai. Akibatnya pada awal tahun 2022, sudah dipastikan tidak bisa digunakan. Saya juga heran, kenapa target pembangunan ini banyak yang tidak selesai sesuai target,” katanya.

Iskandar mencontohkan, beberapa proyek pembangunan yang mangkrak yakni  pembangunan Rehabilitas Gedung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang dikerjakan PT BELFAST UTAMA dengan nilai anggaran Rp 3.461.963.827,81 sebagai rekanan Dinas PUTR Kabupaten Majalengka, Pembagunan Giray Wisata Panyaweyan Proyek Pembangunan RSUD Talaga dengan nilai puluhan Milyar, dan masih banyak lagi proyek proyek yang mangkrak di Kabupaten Majalengka.

Contohnya Proyek Rehabilitasi Gedung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan”Sebenarnya sudah diberikan tambahan waktu 50 hari untuk membereskan bangunan itu, tetapi masih saja molor sampai sekarang tidak selesai pembangunanya. Dia menerangkan, dengan capaian pembangunan yang tidak sesuai target ini, untuk pembangunan di tahun 2021 ini akan menjadi perhatian.  Seharus dari pemerintah yang bersangkutan harus memberi tindakan kepada para pengusaha yang mengerjakan pekerjaan yang tidak tepat waktu. Terutama kepada para pengusaha yang kualitas pekerjaannya buruk.

Kalau pengusahaannya macam-macam dan tidak melaksanakan sesuai kontrak, harus  blacklist saja,” ujarnya. Selain adanya proyek proyek pekerjaan di Kabupaten Majalengka yang mangkrak, mutu kualitas pekerjaan banyak ditemukan tidak berkualitas, seperti bangunan ambruk, longsor, apalagi pekerjaan dari dinas PUTR banyak pekerjaan baru selesai sudah mengalami keruksakan yang sangat parah.”Pungkasnya ( team PI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here