Home Seni Budaya dan Pariwisata Sosok,”Abah Ayi Tokoh Seni Sunda Di Kabupaten Subang. Butuh Dukungan Pemerintah

Sosok,”Abah Ayi Tokoh Seni Sunda Di Kabupaten Subang. Butuh Dukungan Pemerintah

68
0
Abah Ayi Tokoh Seni Pantun Sunda yang Berkedudukan Di kampung Sukadana RW03/RT10 Desa Sukasari Kabupaten Subang.

Subang-(PI). Pelaku seni mempunyai kewajiban untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan yang ada di daerah khususnya tatar Sunda. Jangan sampai terjadi, budaya Sunda kalah dari budaya luar yang dalam ungkapan Sunda-nya Jati kasilih ku junti. Selain itu ajeg dina tatapakan yang berarti orang Sunda akan berdiri atau melestarikan kebudayaan sendiri. Meskipun demikian, warga tidak menolak ke hadiran budaya luar yang cocok dengan kondisi masyarakat.

Seperti halnya Yang suka disapa Abah  Ayi berkedudukan di kampung Sukadaya RW 03/RW10 Desa Sukasari Kabupaten Subang, Untuk melestarikan budaya dan kesenian Sunda seperti Seni pantun Sunda yang sampai saat ini Abah ayi lestarikan, dan dia bangga banggakan sampai seni pantun sunda merebah ke luar negeri seperti negara Kangguru Australia.

Menurut Abah Ayi Seni Pantun Sunda ini Seni Buhun peninggalan nenek Moyang Sunda, Maka  kami bangga menjadi orang sunda, karna Kaya  dengan banyak beragam  seni dan budaya, terlebih lagi kami Butuh dukungan dari pemerintah Kabupaten Subang karna sampai saat ini kami seniman putra daerah Subang  belum ada dukungan dari pihak pemerintah,  seharusnya pemerintah melirik  kepada seniman dan mendukung  supaya seni budaya pantun Sunda tidak musnah di kabupaten Subang.

Harapan Abah Ayi sebagai tukang seni pemerintah melalui dinas Dikbud atau Disdik Bisa mempasilitasi para seniman kesekolah sekolah, supaya seni pantun Sunda dikenal atau di ajarkan kesiswa siswi sekolah. Dengan harapan Kami Seperti Itu,  bisa mengajarkan seni Budaya sunda terutama Siswa-siswi  dan mendidik para generasi muda, yang baik.”Ucapnya.

Seni  budaya pantun Sunda yang dibarengi dengan salah satu alat musik Kacapy Suling , juga suka ditampilkan dalam gelaran acara formal pemerintahan, hajatan atau pesta pernikahan. Sehingga, masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dapat melihat dan mengenal kesenian Sunda secara mudah. Untuk bisa menarik warga, diperlukan kreativitas pelaku seni dalam mengolah penampilan kesenian Pantun  Sunda. Harapannya, para generasi muda tertarik untuk berkecimpung dalam pelestarian seni dan budaya Sunda.

Upaya melestarikan seni dan budaya ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah. Selama ini, pemerintah belum maksimal dalam melestari kan dengan mengenalkannya sejak dini kepada anak-anak di sekolah maupun di tempat tinggalnya. Selain itu, pemerintah seringkali mementaskan kesenian daerah dalam acara seremonial atau menyambut tamu dari luar. Hal ini menandakan adanya kebanggaan dari daerah untuk menampilkan kesenian khas yang ada di wilayahnya. Diharapkan, kesenian Pantun Sunda  tersebut dapat dinikmati dari generasi ke generasi di masa yang akan Datang.”( Emuh MM,RED).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here