Home Hukum & Kriminal Langkanya Bahan Bakar Solar Bersubsidi Di Kabuaten Cianjur, Diduga Ditimbun Digudang Oleh...

Langkanya Bahan Bakar Solar Bersubsidi Di Kabuaten Cianjur, Diduga Ditimbun Digudang Oleh Oknum Pengusaha YN yang Tak Punya Rasa Malu

26
0
salah satu kendaraan yang mengagkut solar bersubsidi di gudang milik pengusaha YN

Cianjur-(PI).Pemerintah Telah Memberikan Bahan Bakar Solar Guna untuk Meringankan Masyarakat  para pengendara Roda empat yang selalu menggunakan Bahan bakar solar, dan para Mayarakat Mengeluhkan bahwa Bahan bakar solar Bersubsidi Khsusnya di Kabupaten Cianjur, tetapi masyarakat bayak mengeluhkan dan mempertayakan Kepada awak media, Karana mau beli Bahan bakar solar Bersubsidi tersebut selalu habis dan tidak ada masyarakatpun Kesulitan untuk membelinya.

Dari pengukapan salah satu sumber yang bisa di pertanggung jawabkan dan ia sudah menemukan Gudang dan penimbunan bahan bakar solar bersubsidi, ia menerangkan bahan bakar solar yang selalu habis,  Diduga adanya Bahan bakar solar tersebut  teryata  masukan kedalam tandom yang disimpan didalam mobil Books yang dalamnya  tangki yang sudah di mudipikasi seperti mobil pertamina dan bahan bakar minyak solar tersebut untuk di ankut  kegudang dan lalu di timbun di gudang penimbunan oleh oknum pengusaha yang bernama YN ,”terangya.

Gudang penimbuan slolar milik penngusaha YN dikabupaten Cianjur

“Bahkan dari salah satunya SPBU Maksum ketika di pertayakan Bahan bakar minyak solar Bersubsidi, pihak SPBU selalu bilang habis untuk Bahan bakar minyak solar tersebut. Namun setelah  Lembaga Swadaya Masyarakat   invetigasi ternyata menemukan penimbunan bahan bakar solar milik oknum pengusaha YN telah di temukan di kabupaten cianjur “ungkap sumber

Menangapi hal ersebut Humas LSM Komite Penylamat Hearta Ngara KPAHN Yayat angkat bicar, kami sangat mengecam keras kepada oknum pengusahayang telah menimbun dan menyalah gunakan bahan bakar solar bersubsidi, itu tidak boleh untuk di timbun sesuai Undang Undang No 22 Tahun 2021 Tentang minyak dan gas bumi, Setiap orang yang melakukan penimbunan sebagai mana di maksud dalam pasal 23 Bisa di pidanakan penjara paling lama tiga tahun penjara, Atau denda paling tinggi 30 000.000.000-,(Tiga Puluh Miliar Rupiah).

Kami Lembaga Suawadaya Masyarakat  akan melaporkan  Kepada Aparat  Penegak Hukum (APH)  Jawa barat baik Kejaksaan dan kepolisian Polda jawa barat agar kasus ini  harus segera tiindak tegas dengan adanya penimbunan bahan bakar tersebut agar tidak merugikan masyarakat dan negara”tanggapan LSM,”(Tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here