Daerah

BAN PDM Provinsi Jawa Barat Tingkatkan Kualitas Pendidikan

GARUT (PI) – Transformasi yang telah terjadi pada Badan Akreditasi Nasional (BAN) adalah bersatunya rumpun Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan non Formal (BAN PAUD PNF) dengan Sekolah dan Madrasah (BAN S/M) menjadi satu wadah dengan nama Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia dini, Dasar dan Menengah (BAN PDM) secara menyeluruh di Indonesia terutama pula di Provinsi Jawa Barat, berdasarkan Permendikbudristek No 38 Tahun 2023.

Badan ini berfungsi mengawangi kualitas pendidikan Provinsi Jawa Barat dengan memiliki asesor rumpun PAUD sebanyak 498 dan rumpun S/M sebanyak 838 asesor menjadi satu kesatuan dalam badan PDM (pendidikan PAUD, Dasar dan Menengah), dipimpin oleh anggota dari unsur dosen, praktisi pendidikan, widyaswara, dan lainnya. Pada tanggal 28 desember 2023 telah terpilihnya Drs. Totoh santosa, M.M sebagai ketua BAN PDM Provinsi Jawa barat, dan Dr. Sandra Taufik Hidayat, M.Ag sebagai sekretaris BAN PDM Prov. Jawa Barat serta beberapa anggota : Ani Mulyani, S.Pd, Anis Nurul Khoirunnisa, S.Psi., M.M., Dr. Asih Aryani, M.Pd., Dadang Setiawan, S.Pd., Dedeh Komalasari, S.Pd. AUD., M.Pd., Dini Irawati, M.Pd., Dr. Nurul Fahimah., S.Pd., M.Si., Tata Sumitra Wirasasmita., S.Si., M.Mgt., Dr. H. Ujang Syarip Hidayat, M.Pd., dan Dra. Yayah Kusbudiah, M.M.Pd.

Capaian satuan pendidikan yang telah di akreditasi pada tahun 2023, rumpun PAUD dan PNF sebanyak 7620 satuan pendidikan dan S/M sebanyak 4068 Sekolah/ Madrasah dengan beragam capaian terakreditasi unggul/ A (58,78%), B (37,98%), C (3,15%) dan TT (tidak terakreditasi) sebanyak 0,10%.

“Sungguh capaian dan prestasi sangat luar biasa bagi pendidikan di Provinsi Jawa Barat yang tentunya hal ini berkat peran serta semua, baik asesor, KPA (Koordinator Pelaksana Akreditasi) 27 Kota dan Kabupaten, pengawas dan pembina, serta pemerintah daerah juga masyarakat, semoga perjuangan terbaik bersama ini menjadi dasar estafet manajemen Badan Akreditasi kepada para pengelola Badan akreditasi baru tahun 2024 ke arah lebih baik, perbaikan beberapa kebijakan serta mekanisme baru yakin akan memperbaharui jalan lancarnya prosesi kegiatan akreditasi PAUD, Dasar dan Menengah di Jawa Barat”, tangkas sekretaris.

BAN PDM Provinsi Jawa Barat, Dr. Sandra Taufik Hidayat, M.Ag. di sela-sela mengajarnya sebagai dosen STAI Darul Arqam Muhammadiyah Garut.
Program perbaikan kebijakan dan mekanisme yang akan dilaksanakan menjadi perhatian dan ditunggu-tunggu oleh asesor, satuan pendidikan serta masyarakat tentunya, karena hal yang menjadi perbincangan yang mencuat di masyarakat akan budaya penilaian sekolah yang berintegrasi dan bersih dari grativikasi sangat diidamkan. Pembinaan Asesor yang telah dilaksanakan oleh Badan Akreditasi sebelumnya dan nanti Oleh BAN PDM Prov. Jawa Barat akan terus digalakan menjadi program utama karena para asesor akan melahirkan produk rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah/madrasah.

Disamping itu, Buku rekomendasi pula telah disusun oleh Anggota BAN S/M Tahun 2023 dan mendapat sertifikat HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) serta ber-ISBN akan segera diterbitkan menjadi tolak ukur perbaikan maupun peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Jawa Barat. Bagaimana tidak,

Sekolah/madrasah secara terperinci sesuai dengan jenjangnya di masing-masing kota dan kabupaten mendapatkan arahan melalui buku itu atas hasil visitasi akreditasinya. Demikian paparan informasi kami dapatkan dari sekretaris BAN PDM Provinsi Jawa Barat.

Kami sebagai warga masyarakat Jawa Barat menunggu perubahan lebih baik itu terjadi pada kualitas satuan pendidikan, yang tentunya anak-anak kami mengenyam pendidikan “wajib belajar 12 tahun” mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini sampai dengan SMA/SMK/MA/ sederajat memiliki cita-cita dan masa depan gemilang. Kami tidak akan lupa atas semboyan Ki hajar dewantara : “Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani”, yang menjadi slogan Kemendikbudristek dengan memiliki ruh pengelola pendidikan menjadi suri tauladan atau panutan, mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral bagi orang-orang di sekitarnya untuk menjadi lebih baik, sehingga menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama dan masyarakat pada umumnya. (Yana S)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button