Daerah

ALIANSI AJAMSI TIPIKOR Segera Laporkan Oknum Caleg Partai Kebangkitan Bangsa No Urut 1 Dapiln 3 Kabupaten Ciamis, Didugaan Lakukan Money Politik

Ciamis-(PI).Kordinator ALIANSI AJAMSI  TIPIKOR  Jawa Barat Wiranata, Pesta demokrasi Pemilihan Umum (PEMILU) tahun 2024 yang diselenggarakan pada tanggal 14 Februari 2024 kemarin dalam rangka pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, calon anggota legislatif tingkat DPR RI, DPD dan DPRD tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota secara nasional sudah selesai, namun hal tersebut bukan berarti tidak menuai konflik dan permasalahan diberbagai daerah. Seperti yang terjadi di Kabupaten Ciamis, diduga caleg No urut 1  Ai intan solihah M.Sos. dapil 3 Dari Partai PKB melakukan  politik uang,

Menurut Wirnata kordinator AJAMSI TIPIKOR , ALIANSI, JURNALIS, ADVOKAT, LBH, LSM, ORMAS AWASI TIPIKOR. Kordinator Jawa Barat Kepada Media Pelita Investigasi, Modusnya Politik uang yang dilakukan oleh Caleg No urut 1 Ai Solihin M,Sos dapil 3 dari partai Kebangkitan Bangsa (PKB), itu dengan cara membagikan Kalender dengan Gambar sendiri dan ditempelkan Uang 50,000,00 disaat sehari masa tenang  ”Ungkapnya.

Lanjut Wiranata,sekarang di Pemilu tahun 2024 ini, ada kejadian yang  dilakukan oleh No urut 1 dapil 3 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas nama Ai intan solihah Ini udah mencoreng Nama Baik Partai PKB,  saya menegaskan bahwa politik uang harus dilawan, serta harus terus disosialisasikan kepada masyarakat bahwa politik uang berbahaya. Dan sosialisasi ini merupakan tugas kita bersama untuk mensosialisasikannya. Termasuk mengajak tokoh masyarakat, pemuka agama, publik figur dan semua pihak menyerukan sekaligus mensosialisasikan tolak  politik uang. Politik uang sangat berbahaya karena akhirnya hanya akan melahirkan pemimpin atau wakil rakyat yang hanya peduli terhadap kelompok atau golongannya, pemimpin atau wakil rakyat yang disetir oleh segelintir pemodal dan memunculkan,”Tegas nya.

 Pemimpin atau wakil rakyat yang tidak punya kapasitas mumpuni sebagai pemimpin atau wakil rakyat. Politik uang merusak Pemilu dan prinsif demokrasi. Politik uang hanya akan menyuburkan korupsi, keputusan-keputusan yang hanya menguntungkan kelompok atau golongan. Politik uang politik yang berbiaya mahal. Dengan politik uang, menarik suara atau simpati masyarakat dengan sogokan bukan karena kepercayaan atau program. Hasilnya, tentu saja pimpinan atau wakil rakyat yang jauh dari kapasitas, Karena itu politik uang harus kita lawan bersama-sama. Dan kampanye anti politik uang harus di masifkan kembali. Instrumen pengawasan harus lebih ketat dalam mengawasi politik uang, Meskipun sudah ditegaskan bahwa larangan  politik uang tertuang pada Pasal 278 ayat (2), 280 ayat (1) huruf j, 284, 286 ayat (1), 515 dan 523 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Seperti Pasal 280 ayat (1) huruf j menyebutkan, “Penyelenggara, peserta hingga tim kampanye dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada calon pemilih dalam  pemilu”.UU 7/2017,” pungkasnya,” Tim.Bersambung……….

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button