SUBANG | Pelita Investigasi — Gedung Wisma Karya Subang menjadi saksi semangat pelestarian budaya dan sejarah Kabupaten Subang, saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang secara resmi membuka kegiatan Lomba Seren Tampi (Seserahan) Adat Sunda Tingkat SMP Sederajat, sekaligus Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang untuk jenjang SD dan SMP, Minggu (8/11/2026).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Apud Setiawan, S.T., M.M., yang hadir sekaligus membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Apud memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya dua kegiatan yang sangat bermakna ini.
💡 Teknologi dan Budaya Berjalan Beriringan
Apud menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana positif memanfaatkan media sosial di kalangan generasi muda.
“Melalui Lomba Vlog Kesejarahan ini, para peserta diajak menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif — mendokumentasikan dan membagikan tempat-tempat bersejarah yang ada di lingkungan Kabupaten Subang. Sementara melalui Lomba Seren Tampi, anak-anak kita belajar mengenal, mencintai, sekaligus merawat kearifan lokal dan budaya Sunda sejak usia dini,” ujar Apud.
🏫 Diikuti 30 Kecamatan, Diharapkan Jadi Agenda Tahunan
Kegiatan ini diikuti oleh peserta terbaik yang berasal dari 30 kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Subang. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, baik dari kelompok penari Seren Tampi maupun para peserta vlog yang tampil antusias mempresentasikan karya mereka.
Apud berharap kegiatan positif ini dapat terus berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang akan terus mendukung penuh upaya pelestarian budaya dan sejarah daerah di kalangan generasi muda,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan langkah nyata agar budaya dan sejarah lokal tetap hidup di hati generasi penerus bangsa.(Enjang Black)











