Home Nasional Citarum Harum Kembali Bergerak, Industri Diminta Tak Main-main Soal Limbah

Citarum Harum Kembali Bergerak, Industri Diminta Tak Main-main Soal Limbah

88
0

BANDUNG (PI) – Dalam upaya memperkuat komitmen dunia industri terhadap pengelolaan limbah serta menjaga kelestarian lingkungan, Satgas Citarum Harum bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat menggelar Sosialisasi dan Pembinaan Industri dalam Pengelolaan Limbah untuk Mendukung Program Citarum Harum, Rabu (12/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, ini diikuti sekitar 100 perwakilan pelaku usaha dari berbagai sektor industri yang beroperasi di wilayah Sektor 1 dan Sektor 2 Satgas Citarum Harum.

Hadir sebagai narasumber antara lain Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan DLH Jabar Nilawati Wala, SP., M.Si., Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Resmiani, ST., MT., serta Komandan Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya kepatuhan industri terhadap regulasi lingkungan, terutama dalam pengelolaan limbah cair dan padat. Mereka juga menjelaskan ketentuan Permen LHK No. 14 Tahun 2024, yang memuat sanksi administratif hingga Rp3 miliar bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan pengelolaan limbah.

“Sanksi ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan agar industri benar-benar bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ke depan, tidak boleh lagi ada pabrik ‘nakal’ yang membuang limbah sembarangan,” tegas salah satu narasumber.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga menjadi wadah dialog antara pemerintah, Satgas, dan para pelaku industri. Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyampaikan komitmen mereka untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah serta mendukung keberlanjutan ekosistem Sungai Citarum.

Sementara itu, Komandan Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto, S.H. menyampaikan pesan tegas kepada industri yang masih abai terhadap aturan lingkungan.

“Saya tidak akan segan-segan menutup lubang outfall-nya kalau masih disalahgunakan. Jangan air limbah itu dialirkan untuk rakyat mandi. Jangan rakyat Jawa Barat yang jadi korban,” ujarnya dengan nada tegas.

Kolonel Yanto menegaskan, menjaga kelestarian lingkungan bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang.

“Mari kita berkomitmen, mari berbicara dengan hati. Lingkungan bukan warisan, tapi titipan yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Citarum Harum berharap sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam upaya mewujudkan Sungai Citarum yang bersih, sehat, dan lestari.

(Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here