MAJALENGKA-(PI). Menjelang datangnya musim kemarau, Paguyuban Siliwangi Majakuning berkolaborasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) melakukan langkah strategis pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan membuka sekat bakar sepanjang 15 kilometer. Kegiatan ini berpusat di kawasan Blok Simpangmasawa, Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Ketua Paguyuban Siliwangi Majakuning, H. Nandar, menjelaskan bahwa pembuatan sekat bakar ini bertujuan utama sebagai pembatas alami antara lahan warga dengan kawasan lindung Taman Nasional Gunung Ciremai. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko meluasnya api apabila terjadi kebakaran, baik yang berasal dari lahan masyarakat maupun dari kawasan hutan.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk memisahkan wilayah lahan warga dengan kawasan wisata nasional Gunung Ciremai. Sekat bakar sepanjang estimasi 15 kilometer ini dikerjakan oleh sekitar 60 orang relawan yang kami siapkan di lapangan, sebagai langkah antisipasi dini menjelang cuaca kering,” ungkap H. Nandar, Selasa (19/5/2026).
Selain berfokus pada pencegahan kebakaran, Paguyuban Siliwangi Majakuning juga gencar menjalankan program pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 100.000 pohon berbagai jenis yang berhasil ditanam di sekitar kawasan gunung. Masih tersisa sekitar 20.000 bibit pohon endemik yang siap disebar dan ditanam untuk melengkapi upaya penghijauan wilayah tersebut.

Atas kerja keras dan konsistensi dalam menjaga kelestarian lingkungan, H. Nandar mengaku bersyukur karena kegiatan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Direktorat Jenderal Kehutanan serta Perhimpunan Pengelola Indonesia (PPI). Pencapaian ini menjadi motivasi bagi para anggota paguyuban untuk terus berperan aktif dalam menjaga ekosistem Gunung Ciremai.
“Alhamdulillah, kami mendapatkan apresiasi langsung dari Dirjen Kehutanan dan PPI atas kegiatan ini. Ini menjadi bukti bahwa apa yang kami lakukan memberikan dampak positif bagi lingkungan,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan kegiatan, Itang, menyampaikan bahwa kegiatan pemeliharaan hutan, pembukaan sekat bakar, dan penanaman pohon ini sudah berjalan secara rutin dan berlangsung dengan sangat kondusif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian Gunung Ciremai tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Itu semua sudah menjadi kegiatan rutin kami dan berjalan lancar. Saya mengajak seluruh masyarakat, baik yang tinggal di sekitar kaki gunung maupun masyarakat Majalengka pada umumnya, untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan Gunung Ciremai agar tetap asri dan terjaga manfaatnya bagi kita semua,” pesan Itang.
Kolaborasi antara masyarakat melalui paguyuban dan instansi terkait ini menjadi salah satu contoh sinergi dalam menjaga aset alam yang menjadi sumber kehidupan dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Majalengka dan wilayah sekitarnya.(Nano.S.W)











