SUBANG – (PI). Kondisi penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kabupaten Subang menjadi sorotan tajam belakangan ini. Meskipun baru selesai direhabilitasi sekitar satu tahun lalu dan dialokasikan anggaran pemeliharaan mencapai Rp6 miliar, fakta di lapangan menunjukkan banyak titik lampu jalan yang mati total dan belum diperbaiki hingga saat ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua LSM Gerakan Anak Peduli Lingkungan (GAMPIL), Njang Black, saat mendampingi awak media Pelita Investigasi meninjau langsung lokasi berdasarkan aduan masyarakat, Selasa (26/5/2026).
Menurut Njang Black, kondisi ini sangat memprihatinkan dan dinilai tidak sejalan dengan visi serta misi Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita atau akrab disapa Kang Rey.
“Bagaimana pun juga, kami berharap pihak Pemerintah Daerah maupun Dinas Perhubungan harus mengutamakan fasilitas umum di atas kepentingan lainnya. Seperti kasus PJU ini, masa lampu mati dibiarkan begitu saja? Padahal kalau lampu mati, dampaknya sangat berisiko, rawan terjadi kecelakaan lalu lintas hingga tindak kejahatan seperti pembegalan, terutama di titik-titik yang sepi dan gelap,” tegas Njang Black.
Dari pantauan di lapangan, terlihat banyak titik rawan yang kondisinya masih gelap gulita. Salah satunya di kawasan depan Gedung Juang. Dari lima titik lampu yang terpasang di sana, hanya dua yang menyala, sedangkan tiga sisanya mati total.
Bukan hanya di satu titik saja, tim GAMPIL juga mendata kerusakan di sejumlah ruas jalan utama. Di sepanjang jalan dari Lampu Merah Wisma hingga Lampu Merah Tokma, tercatat ada sekitar 22 titik lampu yang tidak berfungsi. Kemudian di ruas jalan depan Lembaga Pemasyarakatan (LP) hingga ke arah Sukamelang, tercatat sekitar 10 titik lampu padam. Belum lagi di seluruh wilayah perkotaan Subang, di mana puluhan lampu lainnya juga diketahui mati dan tak kunjung diperbaiki.

Njang Black pun siap mendampingi dinas terkait untuk turun langsung mengecek kondisi tersebut agar tidak ada lagi kecurigaan atau pandangan negatif dari masyarakat. Kritikan ini disampaikan semata-mata demi perbaikan pelayanan publik.
“Target Bupati Subang di tahun 2027 sangat jelas, seluruh jalan di Kabupaten Subang harus dalam kondisi baik dan lancar. Namun hal itu harus didukung pula dengan penerangan jalan yang memadai. Sangat disayangkan, PJU yang sudah terpasang pun kurang mendapatkan perawatan dan perhatian yang layak. Padahal anggaran pemeliharaan yang disiapkan mencapai 6 miliar rupiah,” tambahnya.
Pihaknya menegaskan, Dinas Perhubungan Kabupaten Subang harus bisa bergerak selaras dengan program kerja Bupati Kang Rey. Masyarakat berharap agar jalan-jalan di Kabupaten Subang tidak hanya mulus, tetapi juga terang benderang dan aman bagi pengguna jalan.
“Jalan Kabupaten Subang harus leusir, terang, dan nyaman. Jangan sampai anggaran besar teralokasi, tapi kondisi di lapangan masih gelap gulita,” pungkas Njang Black.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Subang terkait keluhan dan temuan di lapangan ini. (Enjang)











