Subang – Belasan siswi Sekolah Dasar SDN Cimahi II dan SDN Mulyasari, Desa Sidamulya, Kecamatan Cipunagara dilaporkan mengalami mual dan muntah usai mengonsumsi susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (30/9/2026).
Dari 15 siswa yang mendapatkan penanganan medis intensif gejalanya telah berangsur membaik dan diperbolehkan pulang. Namun, dua orang siswa masih harus menjalani perawatan di Puskesmas Cipunagara karena mengalami demam dan sesak napas.
Wastinah, orang tua dari Oki Aldan Rifael ( salah satu siswa SDN Mulyasari yang masih dirawat) membenarkan bahwa putranya mendadak mengeluh sakit perut, pusing, dan mual hebat usai meminum susu program MBG.
“Anak saya mengeluh pusing, mual dan muntah usai minum susu program dari MBG, karena takut ada apa apa terhadap kesehatan anak saya, anak saya langsung di bawa ke Puskesmas Cipunagara untuk mendapat prawatan,” ucap Wastinah.

Wastinah menyebut, susu yang dibagikan terlihat bergumpal dan tidak layak konsumsi. Bukan hanya di SDN Mulyasari justru yang banyak korban berada di SDN Cimahi II, ada 11 anak di SDN Cimahi II bahkan harus dilarikan ke Puskesmas dan mendapat perawatan infus akibat lemas dan muntah terus menerus.
Hal tersebut dibenarkan oleh orang tua siswa Gisel Aulia siswi SDN Cimahi II, bahwa anaknya mengeluhkan mual, muntah dan pusing, gejala tersebut setelah minum susu yang bergumpal.
“Setelah minum susu dari MBG anak saya merasakan mual pusing dan muntah, sekarang ditambah dadanya aga sakit, seperti sesak napas,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan, orang tua yang anaknya menjadi korban terlihat mendampingi di ruang perawatan. Pihak sekolah dan Puskesmas setempat masih melakukan pendataan jumlah siswa yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara program MBG dan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan susu basi tersebut. Orang tua siswa berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(Enjang Black)











