SUBANG | Pelita Investigasi — Proyek penataan penurunan kabel udara fiber optik ke bawah tanah di sepanjang Jalan Otto Iskandardinata Kabupaten Subang, memicu keluhan dari warga sekitar. Pasalnya, pelaksanaan pekerjaan dinilai kurang tertib dan merusak fasilitas umum yang baru saja dibangun.
Menurut Asep, warga sekitar Jalan Otto Iskandardinata pembangunan trotoar yang dibiayai melalui Dana APBD Kabupaten Subang itu kini rusak hingga diperkirakan mencapai 70 persen akibat aktivitas penggalian yang dilakukan.
“Trotoar yang sudah dibangun dengan dana APBD itu hancur. Jalan Otto Iskandardinata ini kan jalan protokol kota Subang, tapi sekarang terlihat berantakan sekali,” ungkap Asep, Jumat (16/10/2026).
Selain kerusakan fasilitas, tumpukan tanah sisa hasil galian yang belum diangkut juga menyulitkan pejalan kaki. Warga pun menyoroti aspek keselamatan kerja, di mana para pekerja terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap, seperti sepatu keselamatan maupun helm pengaman.
Warga berharap pihak pelaksana proyek dapat bekerja lebih tertib dan bertanggung jawab. Sisa tanah hasil galian diminta segera diangkut, dan permukaan trotoar yang telah digali wajib dikembalikan ke kondisi semula, termasuk pemasangan keramik trotoar seperti sebelumnya.
“Kami tidak keberatan dengan proyeknya, tapi kerjanya harus rapi dan tertib. Jangan sampai warga justru dirugikan dan aktivitas terganggu karena pekerjaan yang asal-asalan. Setelah selesai digali, perbaiki kembali keramiknya seperti sedia kala,” harap Asep.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai keluhan warga tersebut. Diharapkan pengawas maupun pemilik proyek segera menindaklanjuti agar pekerjaan dapat berjalan lancar, aman, dan tidak merugikan kepentingan umum.(Enjang Black)











