Home Nasional Ada Tindakan Bullying di SMAN 1 Pamarican, Siswa Dijemur dan Disenter Bola...

Ada Tindakan Bullying di SMAN 1 Pamarican, Siswa Dijemur dan Disenter Bola Basket Hingga Pingsan

71
0

CIAMIS (PI) – Kasus perundungan (bullying) kembali terjadi di lingkungan sekolah, kali ini di SMA Negeri 1 Pamarican, Kabupaten Ciamis. Ironisnya, tindakan tidak manusiawi ini dilakukan oleh oknum guru olahraga berinisial HLI, yang berstatus sebagai guru PPPK. Tindakan tersebut diduga menyebabkan seorang siswa pingsan setelah dijemur di bawah terik matahari dan disenter menggunakan bola basket.

Orang tua korban, Iin, yang juga seorang wartawan media online, menyatakan kekecewaan dan kemarahannya terhadap tindakan guru tersebut. Ia mengungkapkan bahwa anaknya sedang dalam kondisi mental yang rapuh, usai kehilangan ayah tercinta dan memiliki riwayat penyakit sejak kecil.

“Anak saya baru saja kehilangan ayahnya. Ia juga mengidap bronchitis dan asam lambung, masih dalam status rawat jalan. Saya sangat marah dan murka atas perlakuan saudara HLI terhadap anak saya. Sejak kejadian itu, kondisi kesehatan anak saya langsung drop dan sakit,” ujar Iin kepada media.

Menanggapi kasus ini, Ketua Umum Bidang SDM DPP Forum Wartawan Priangan (FORWAPI), Ade Sapujagat, telah menunjuk Bidang Biro Hukum dan Advokasi FORWAPI DPC Kabupaten Ciamis untuk mendampingi Iin dalam memperjuangkan keadilan hukum atas peristiwa yang menimpa anaknya.

Pihak sekolah pun tidak menampik adanya kejadian tersebut. Kepala SMA Negeri 1 Pamarican, Bambang Sukarsono, mengonfirmasi bahwa tindakan oknum guru itu memang terjadi dan tidak sesuai dengan standar operasional sekolah.

“Saya baru mengetahui tindakan penjemuran murid oleh guru tersebut. Saya cukup kaget dan langsung menegur yang bersangkutan. Kami tidak memiliki SOP pembinaan yang seperti itu. Tindakan itu murni dari pribadi guru yang bersangkutan,” jelas Bambang kepada tim FORWAPI.

Ia menambahkan, pihak sekolah akan melaporkan kejadian ini ke Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Kabupaten Ciamis untuk proses lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi semua pihak akan pentingnya pengawasan dan penegakan aturan di dunia pendidikan, terutama dalam menjaga hak dan keselamatan peserta didik di sekolah.

Asep Nurohman | Sumber: Ade Sapujagat (Bidang SDM DPP FORWAPI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here