Home Daerah Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pekerjaan Rehabilitasi Irigasi BBWS Citanduy Disorot Warga

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pekerjaan Rehabilitasi Irigasi BBWS Citanduy Disorot Warga

29
0

Tasikmalaya – (PI). Pelaksanaan kegiatan Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama yang dikerjakan di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Dugaan tersebut mencuat setelah salah seorang warga yang memperhatikan proses pembangunan pasangan batu pada saluran irigasi di wilayah pertanian setempat.

Dalam pantauan di lapangan, terlihat para pekerja memasang batu pada dinding saluran tanpa adanya galian pondasi yang memadai. Batu-batu tampak langsung disusun di atas tanah berlumpur dan tidak stabil, sehingga dikhawatirkan berpengaruh pada kekuatan dan ketahanan bangunan irigasi.

Warga menyebutkan bahwa pekerjaan seperti itu tidak seharusnya dilakukan pada proyek rehabilitasi irigasi. Pada papan proyek tertulis bahwa kegiatan ini merupakan pekerjaan tahap III, dengan pendanaan APBN Tahun Anggaran 2025, nilai kontrak mencapai Rp 47.007.311.000, dan dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero).

Proyek tersebut memiliki waktu pelaksanaan 59 hari kalender dan waktu pemeliharaan 180 hari kalender.

“Seharusnya ada galian pondasi terlebih dahulu sebelum pasangan batu dikerjakan. Kalau hanya disusun di atas tanah lembek begitu, bangunan bisa cepat rusak,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BBWS Citanduy maupun kontraktor terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai dugaan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis tersebut. Masyarakat berharap ada pengawasan ketat dari pihak berwenang agar kualitas pembangunan irigasi benar-benar memenuhi standar, mengingat irigasi adalah sumber vital bagi produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Sementara pihak ketua kelompok P3A Ade Suhendar saat dihubungi awak media via WhatsApp, menyuruh menghubungi langsung atas nama Ujang yang merupakan salah seorang kontraktor. Namun pihaknya setelah beberapa kali di hubungi via WhatsApp tidak ada merespon sama sekali.
Kendati demikian untuk keberimbangan pemberitaan, tim dari Media Pelita Investigasi masih terus berupaya melakukan investigasi dan mengkonfirmasi pihak-pihak yang berkompeten terkait proyek tersebut, “( Ade TIM).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here