Home Daerah Jalan di Pasar Panjang dan Mayjen Sutoyo Ambles Belum Diperbaiki Padahal Baru...

Jalan di Pasar Panjang dan Mayjen Sutoyo Ambles Belum Diperbaiki Padahal Baru Setahun Dibangun

56
0

SUBANG – (PI). Kondisi jalan di kawasan Lampu Merah Pasar Panjang dan Jalan Mayjen Sutoyo, Kabupaten Subang, kini memprihatinkan. Sudah berhari-hari ruas jalan tersebut mengalami kerusakan parah hingga ambles, namun hingga saat ini belum ada tindakan perbaikan nyata dari dinas terkait. Hanya tanda bahaya yang dipasang di lokasi untuk memperingati pengguna jalan atas risiko yang ada.

Yang membuat kondisi ini semakin disayangkan, jalan-jalan tersebut sebenarnya belum genap satu tahun diresmikan pembangunannya. Namun permukaannya sudah bergelombang dan rusak. Menurut Njang Black, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gampil, hal ini terjadi karena proses pengerjaan yang tidak memenuhi standar, khususnya pada tahap pemadatan tanah yang kurang maksimal saat pembangunan berlangsung.

“Ini masalah klasik yang berulang di hampir setiap ruas jalan di Kabupaten Subang. Pihak ketiga atau pemborong sering kali bekerja asal jadi dan tidak mengindahkan standar kualitas serta mutu pekerjaan. Akibatnya, Dinas PUPR yang kerap disalahkan publik, padahal kesalahan utamanya ada pada pelaksana pekerjaan yang abai,” ungkap Njang Black, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, agar infrastruktur jalan di Subang benar-benar awet dan berkualitas, pemerintah daerah perlu menyeimbangkan anggaran pembangunan dengan anggaran pemeliharaan. Ia menyarankan setidaknya 20 persen dari total anggaran Dinas PUPR yang dialokasikan untuk kegiatan infrastruktur harus disisihkan khusus untuk pemeliharaan rutin.

Njang Black juga mengapresiasi sikap tegas Bupati Subang, Reynaldy, yang diketahui sangat serius dalam urusan pembangunan infrastruktur. Menurut informasi yang diterima pihaknya, Bupati tidak akan berkompromi dengan pihak ketiga yang bekerja tidak benar.

“Siapa pun pemborongnya, jika terbukti bekerja asal-asalan dan hasilnya buruk, Kang Reynaldy akan menindak tegas. Pihak ketiga tersebut akan masuk daftar hitam dan tidak akan diberi proyek lagi di masa mendatang. Targetnya jelas, pada tahun 2027 nanti seluruh jalan di Kabupaten Subang harus beres, mulus, dan berkualitas baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua LSM Gampil ini menegaskan bahwa kemajuan infrastruktur tidak hanya soal membangun jalan baru saja. Trotoar, saluran drainase, dan got juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Agar semuanya berfungsi baik dan awet, diperlukan anggaran pemeliharaan yang berimbang dan berkelanjutan.

“Pembangunan dan pemeliharaan adalah dua hal yang tak terpisahkan. Kalau ingin jalan, trotoar, dan saluran air di Subang bagus dan terawat, anggaran untuk pemeliharaan harus dipenuhi dengan proporsional. Jangan hanya fokus membangun baru, tapi lupa merawat yang sudah ada,” pungkas Njang Black. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here