Beranda Aneka Info Pesona Situ Cipanten Membawa Majalengka Terkenal Luas, Jalur Sindang Jadi Jalur Teramai...

Pesona Situ Cipanten Membawa Majalengka Terkenal Luas, Jalur Sindang Jadi Jalur Teramai Saat Musim Liburan

32
0

MAJALENGKA – (PI). Situ Cipanten di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kini bukan sekadar nama di peta wisata. Keindahannya yang asli dan terjaga telah menjadi jembatan yang membawa nama Majalengka dikenal hingga ke berbagai penjuru. Setiap kali musim liburan tiba, jalur menuju lokasi ini senantiasa menjadi rute teramai yang dilalui ribuan wisatawan baik warga lokal maupun mereka yang datang dari kota jauh.

Pintu gerbang utama perjalanan ini dimulai dari Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukahaji yang terletak tepat di tepi Jalan Provinsi penghubung Majalengka dan Cirebon. Posisi strategisnya di jalur utama antarwilayah ini memudahkan akses bagi siapa saja yang datang dari arah barat maupun timur sebelum berbelok menuju kawasan wisata.

Kedatangan tamu berdatangan menggunakan berbagai jenis kendaraan mulai dari bus pariwisata berukuran besar, mobil pribadi hingga sepeda motor yang berjejer rapi. Jalur yang dilalui dari titik awal Desa Tanjungsari hingga masuk ke lokasi maupun arah sebaliknya memang memiliki lebar jalan yang cukup pas untuk ukuran kendaraan besar. Namun hal ini sama sekali tidak menimbulkan kekhawatiran sedikit pun. Di sinilah kekompakan luar biasa warga setempat tampil nyata. Mereka bergerak serempak mengatur setiap pergerakan kendaraan dengan kesabaran dan kepedulian yang tinggi, memberikan jalan secara bergantian serta memandu perjalanan dengan teliti. Bus pariwisata yang berbadan lebar pun dapat melaju lancar tanpa kendala, berbelok hingga masuk ke area parkir dengan aman dan tertib. Banyak pengemudi yang pada awalnya ragu kini justru sudah terbiasa dan merasa sangat yakin melintasi jalur ini. Mereka menyadari bahwa meski jalan terasa pas lebarnya, pengaturan lalu lintas yang dilakukan warga membuat perjalanan tersebut aman, nyaman dan berjalan sangat baik.

Keberhasilan besar ini tak lepas dari langkah tepat Kepala Desa Gunungkuning Rudi Yudistira Gozali, S.Pd. yang menempatkan BUMDes Karya Mekar sebagai ujung tombak pengelolaan terbaik. Beliau memandang BUMDes bukan sekadar lembaga pelengkap melainkan instrumen utama yang diberi kepercayaan penuh untuk menggerakkan potensi desa menjadi manfaat nyata bagi seluruh warga. Di bawah arahan beliau, BUMDes Karya Mekar dipimpin secara mandiri dan profesional oleh Direktur Yosep Hendrawan, S.A.P. yang bertanggung jawab atas seluruh operasional, inovasi fasilitas, pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya manusia. Sinergi yang terjalin sangat erat karena Pemerintah Desa menjamin arah kebijakan dan dukungan kelembagaan sementara BUMDes bergerak cepat merespons kebutuhan wisatawan serta mengembangkan usaha desa dengan prinsip transparansi dan keadilan bagi masyarakat.

Desa Gunungkuning sendiri juga dikenal luas sebagai sentra penghasil bibit buah-buahan terbaik di wilayah Majalengka. Keahlian warga dalam membibitkan tanaman telah diwariskan turun-temurun menghasilkan bibit unggul seperti jeruk, durian, mangga, rambutan, hingga jenis tanaman buah lainnya yang kini banyak dikirim ke berbagai daerah. Kekayaan potensi pertanian ini kini menyatu dengan destinasi wisata. Di area kawasan Situ Cipanten telah dikembangkan lahan pertanian khusus yang dikelola warga termasuk kebun anggur. Saat musim panen tiba, wisatawan yang berkunjung berkesempatan menikmati pengalaman memetik buah anggur segar langsung dari tanamannya. Ini menjadikan kunjungan ke Situ Cipanten semakin lengkap dengan nuansa agrowisata yang khas dan otentik.

Keistimewaan tempat ini berakar dari jernihnya air yang tak pernah berubah sejak dulu. Sumbernya berasal dari tujuh mata air abadi yang tak pernah surut maupun keruh bahkan saat curah hujan tertinggi melanda. Permukaan danau tenang bagai cermin raksasa yang menampakkan setiap lekukan bebatuan dan gerak tanaman air dengan kejelasan yang menenangkan hati. Di dalamnya berenang ribuan ekor ikan koi koleksi varietas bertaraf dunia mulai dari jenis Kohaku, Taisho Sanke, Showa Sanshoku hingga Platinum Ogon berukuran istimewa. Kekayaan ini bermula pada 27 Januari 2026 lalu ketika Hartono Soekwanto yang dikenal luas sebagai “Sultan Koi Indonesia” secara resmi melepaskan ribuan ikan koi premium ke perairan ini. Nilai pasar per ekornya mencapai ratusan ribu hingga ratusan juta rupiah menjadikan Situ Cipanten satu-satunya danau alami terbuka yang menyimpan kekayaan hayati bernilai miliaran rupiah di tengah keasrian alam setempat.

Di balik keindahan yang tampak ringan itu berdiri disiplin menjaga warisan leluhur. Air tetap murni berkat kesepakatan yang dipegang teguh turun-temurun untuk melindungi kawasan hulu mata air dari segala kerusakan, menolak pembuangan limbah sembarangan dan menjadikan kelestarian sebagai syarat utama keberadaan tempat ini. Inilah kearifan lokal yang bukan sekadar cerita masa lalu melainkan nyata terjaga hingga hari ini.

Pihak-pihak terkemuka pun pernah hadir dan datang bukan sekadar berkunjung melainkan memahami secara mendalam pola keberhasilan yang langka ini. Mereka yang pernah hadir di antaranya adalah Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Bupati Majalengka H. Eman Suherman beserta jajaran, Wakil Bupati Majalengka, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka, Anggota DPR RI serta Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, S.H., S.I.K., M.M. Tokoh publik ternama pun turut datang dan menyampaikan kekaguman yang tulus atas keseimbangan pengelolaan yang dibangun di sini di antaranya presenter nasional Irfan Hakim, penjelajah alam Panji Petualang, komedian Oghel Zulfianto serta pengamat alam King Audrey.

Fasilitas yang disiapkan tidak sekadar meniru tren melainkan mendekatkan pengunjung dengan alam. Tersedia perahu transparan, sepeda gantung, karpet terbang, hingga lokasi dokumentasi bawah air. Dilengkapi pula area perkemahan asri, kolam renang anak, sistem pembayaran terintegrasi, serta akses ramah disabilitas yang memastikan semua orang bisa menikmati keindahan ini.

Pengamanan dan pengelolaan keselamatan yang ketat namun tetap santun dirasakan nyata oleh setiap wisatawan. Pengunjung tidak perlu merasa khawatir saat bermain di area perairan, bahkan bagi mereka yang belum bisa berenang sekalipun. Petugas senantiasa berjaga di titik-titik strategis dan selalu memberikan arahan yang mengedukasi secara tepat serta nyaman, sehingga kenyamanan berkunjung terjamin sepenuhnya.

Bagi pengunjung dari jauh, tempat ini menyimpan ketenangan yang jarang ditemukan di tempat lain. Rini yang datang bersama keluarga besar dari Karawang mengaku sangat terkesan.

“Suasananya sangat asri dan udaranya terasa dingin. Hal ini sungguh menyejukkan suasana serta pikiran siapa pun yang berkunjung. Ayo yang lain segera datang ke sini,” ujarnya.

Kepuasan serupa dirasakan Sukamto dari Indramayu yang telah berulang kali berkunjung ke lokasi ini.

“Saya sudah datang keempat kalinya namun tempat ini sama sekali tidak membosankan. Anak-anak sangat senang bisa melihat ikan-ikan dari jarak yang sangat dekat seolah-olah alam sedang menyapa mereka dengan penuh kelembutan. Kondisi wisata di sini benar-benar terjaga kebersihannya dengan sangat baik,” jelasnya.

Sambutan yang diberikan pun tulus menganggap tamu bukan sekadar pelancong melainkan teman berbagi kebanggaan atas apa yang dijaga bersama. Keramahan yang lahir dari rasa memiliki membuat siapa pun betah berlama-lama.

Pengalaman setara standar internasional ini bisa dinikmati dengan harga yang sangat bersahabat. Tiket masuk Rp. 10.000 untuk dewasa dan Rp. 5.000 untuk anak-anak, parkir mulai Rp. 5.000, sewa wahana Rp. 5.000 hingga Rp. 25.000, serta sewa perahu transparan mulai Rp. 250.000. Pilihan kuliner pun terjangkau dengan camilan mulai Rp. 2.000, makanan berat Rp. 5.000 hingga Rp. 10.000 dan minuman mulai Rp. 3.000. Fasilitas umum seperti toilet bersih, tempat ibadah dan akses disabilitas dapat digunakan secara cuma-cuma.

Kenyamanan dan keselamatan senantiasa dijaga dengan disiplin santun. Aturan pemakaian pelampung ditegakkan demi keamanan semua pihak dan pengawasan berjalan ketat tanpa ada pungutan liar maupun ketidakwajaran harga.

Situ Cipanten kini membuktikan bahwa kemajuan sejati tidak harus mengubah jati diri yang asli. Keindahan yang abadi lahir dari menjaga warisan alam, mengelola dengan kejujuran, serta melayani dengan sepenuh hati. Inilah kisah nyata yang mengubah pandangan luas dan mengangkat nama Majalengka menjadi kebanggaan yang semakin tinggi. Majalengka langkung SAE.(Nenti & Tim Redaksi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini