Beranda Daerah IMI Deklarasi di Padalarang, Usung Gerakan Pembinaan Insan Menuju Indonesia Emas 2045

IMI Deklarasi di Padalarang, Usung Gerakan Pembinaan Insan Menuju Indonesia Emas 2045

4
0

BANDUNG BARAT | Pelita Investigasi – Organisasi kemasyarakatan (ormas) Irsyadul Madani Indonesia (IMI) resmi dideklarasikan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (12/8/2026).

Deklarasi tersebut menjadi penanda lahirnya organisasi yang membawa semangat “Merangkul Jiwa, Membangun Insan, Menghidupkan Peradaban” dengan orientasi jangka panjang menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sejumlah tokoh turut terlibat dalam deklarasi dan kepengurusan awal IMI, di antaranya Ir Yadi Mulyadi, Ki Dalang Yoga Dede Amung Sutarya, Samsahril A Arrasid, Yuni Widiawati SIP MIP, Rama Pratama Putra ST, KH Ziki Abdul Halim, serta sejumlah tokoh lainnya.

IMI disebut berawal dari gagasan dan buku karya M. Ijudin Rahmat berjudul Irsyadul Hayat. Organisasi tersebut kemudian dikembangkan sebagai wadah gerakan sosial yang memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Sekretaris Jenderal IMI, Yuni Widiawati SIP MIP, mengatakan kehadirannya bersama sejumlah tokoh lainnya di dalam IMI dilandasi keprihatinan terhadap berbagai persoalan bangsa, khususnya menyangkut integritas, kesadaran hukum, kehidupan sosial, pendidikan, hingga ketahanan keluarga.

“Kami sepakat untuk bergabung dengan IMI karena tujuannya memberikan perhatian khusus pada semua aspek kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah lemahnya kesadaran mengenai betapa pentingnya integritas,” ujar Yuni.

Menurutnya, persoalan bangsa tidak cukup hanya diselesaikan melalui aturan dan regulasi. Diperlukan pula pembinaan manusia secara berkelanjutan agar nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial tumbuh dari masyarakat.

Yuni menilai masih terdapat berbagai tantangan dalam kehidupan berbangsa, mulai dari persoalan politik, penegakan hukum, korupsi, kolusi dan nepotisme, hingga persoalan sosial yang melibatkan generasi muda.

Ia menyoroti adanya persepsi publik mengenai praktik transaksional dalam politik maupun penegakan hukum. Menurutnya, persoalan tersebut harus dijawab dengan penguatan karakter dan integritas, bukan sekadar penambahan aturan.

“Indonesia kaya secara sumber daya, tetapi masih menghadapi persoalan keteladanan. Kita maju dalam teknologi, tetapi karakter harus terus diperkuat. Karena itu diperlukan gerakan pembinaan insan yang sistematis dan menyentuh masyarakat,” kata perempuan yang disebut merupakan lulusan S2 Ilmu Pemerintahan tersebut.

Delapan Pilar Gerakan

Sementara itu, Ketua Harian IMI, Ir Yadi Mulyadi, mengatakan organisasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa sekaligus optimisme menghadapi target Indonesia Emas 2045.

Menurut Yadi, IMI digagas oleh M. Ijudin Rahmat, SH, SHi, MH dan Dede Adriansyah, S.IP.

“Nama Irsyadul Madani memiliki makna bimbingan, petunjuk dan pengarahan menuju kebaikan serta kemaslahatan. Madani berarti masyarakat yang berkeadaban, berkemajuan, tertata, beretika dan bermartabat,” jelasnya.

Ia menegaskan, IMI membawa komitmen kebangsaan dengan menempatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian penting dalam gerakannya.

“IMI tidak lahir untuk menjadi ormas yang sekadar ramai secara seremonial. IMI ingin menjadi gerakan pembinaan manusia yang fokus pada merangkul jiwa, membangun insan dan menghidupkan peradaban,” katanya.

Untuk menjalankan visi tersebut, IMI menyiapkan sejumlah pilar gerakan yang menyasar persoalan karakter, pendidikan, keluarga, ekonomi, sosial, reintegrasi sosial serta literasi digital.

Di antaranya IMI Insan untuk pembinaan akhlak dan spiritualitas, IMI Edu dan IMI Muda untuk pendidikan, beasiswa, pelatihan dan kaderisasi, IMI Family untuk ketahanan keluarga, IMI Berdaya untuk pemberdayaan ekonomi dan UMKM, IMI Peduli untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, IMI Reintegrasi untuk pemberdayaan warga binaan agar dapat kembali produktif di tengah masyarakat, serta IMI Digital yang bergerak pada literasi digital, media kreatif dan inovasi teknologi.

Dari Pembinaan Manusia hingga Pemberdayaan Masyarakat

Yadi mengatakan IMI ingin mengambil posisi sebagai organisasi yang tidak hanya berorientasi pada jumlah anggota, tetapi lebih mengedepankan kualitas sumber daya manusia.

“Fokus kami bukan sekadar membangun organisasi yang besar, tetapi membangun manusia yang bermanfaat,” ujarnya.

IMI juga mencanangkan grand design gerakan untuk periode 2026–2045. Tahap awal diarahkan pada pembangunan fondasi, kemudian ekspansi, konsolidasi hingga transformasi peradaban.

Adapun visi IMI 2045 adalah menjadi organisasi masyarakat yang terpercaya, inklusif, profesional dan berkelanjutan dalam membimbing, membina serta memberdayakan masyarakat untuk melahirkan insan Indonesia yang beriman, berakhlak, berilmu, mandiri, produktif, berkeadaban dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) IMI, Saca, mengajak seluruh elemen masyarakat ikut mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

Menurutnya, pembangunan bangsa harus dimulai dari pembangunan manusia.

“Jika manusianya baik, maka bangsanya akan baik. Jika manusianya berkeadaban, maka peradabannya akan maju,” ujarnya.

Ia menegaskan IMI tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan pemerintah, TNI-Polri, akademisi, pengusaha, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk membangun gerakan tersebut.

“Dari satu jiwa kita rangkul. Dari satu keluarga kita kuatkan. Dari satu komunitas kita gerakkan. Dari Indonesia kita bangun peradaban,” katanya.

Dengan deklarasi tersebut, IMI menyatakan diri sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang ingin berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan sosial sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Slogan IMI: Merangkul Jiwa, Membangun Insan, Menghidupkan Peradaban — Bersatu, Beriman, Beradab, Indonesia Maju. (Bambang.K/Moh.Asep)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini