Home Daerah Aktivis KOMPAK Soroti Proyek Riggit Beton Desa Gembor, Minta Audit Mutu dan...

Aktivis KOMPAK Soroti Proyek Riggit Beton Desa Gembor, Minta Audit Mutu dan Kesesuaian RAB

11
0

Subang-(PI). Proyek pembangunan riggit beton jalan desa di Dusun Gembor 2 RT 11/04, Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, menjadi perhatian aktivis sosial kontrol.

Aktivis KOMPAK, Dedi Rosyadi SM. HK, meminta dilakukan audit teknis guna memastikan mutu pekerjaan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta fakta pelaksanaan di lapangan.

Berdasarkan papan kegiatan yang terpasang di lokasi, proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp158.606.000 yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026 dengan volume pekerjaan 110 meter × 3,5 meter × 0,20 meter.

Menurut Dedi Rosyadi, pemeriksaan teknis penting dilakukan untuk memastikan kualitas pembangunan benar-benar sesuai spesifikasi dan dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Kami meminta audit teknis untuk memastikan mutu pekerjaan, kesesuaian volume, ketebalan beton, serta kecocokan antara RAB dengan fakta pekerjaan di lapangan. Ini penting demi transparansi penggunaan Dana Desa,” ujarnya kepada media.

Selain menyoroti kualitas rigid beton, pihaknya juga mempertanyakan belum terlihatnya sistem drainase yang memadai di sekitar lokasi pekerjaan.

Dari pantauan visual lapangan, sisi jalan tampak belum dilengkapi saluran pembuangan air yang optimal. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi daya tahan rigid beton apabila terjadi genangan air dalam jangka panjang.

“Drainase merupakan bagian penting dalam konstruksi jalan beton. Jika air menggenang terus-menerus, pondasi bawah bisa menjadi labil dan jalan berpotensi lebih cepat mengalami kerusakan,” katanya.

KOMPAK juga menyoroti waktu pelaksanaan proyek yang tercantum hanya 10 hari kalender. Durasi tersebut dinilai perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilakukan sesuai standar teknis konstruksi.

“Kami tidak menyimpulkan adanya pelanggaran. Namun pekerjaan dengan durasi relatif singkat perlu dicek apakah tahapan seperti pemadatan dasar, kualitas campuran beton, hingga perawatan beton sudah dilakukan sesuai standar,” tambahnya.

Menurutnya, proses curing atau perawatan beton pasca pengecoran sangat menentukan kekuatan rigid beton. Jika pekerjaan dilakukan terlalu cepat tanpa tahapan optimal, kualitas konstruksi dikhawatirkan dapat menurun.

Sejumlah poin yang dinilai perlu diverifikasi melalui audit teknis antara lain:

1. ketebalan riil beton,

2. kualitas campuran material,

3. volume pekerjaan sebenarnya,

4. sistem drainase,

5. pondasi dasar jalan,

6. kesesuaian biaya dengan hasil fisik pekerjaan.

 

KOMPAK menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut masih berupa dugaan awal hasil pemantauan lapangan dan perlu diverifikasi oleh instansi berwenang melalui pemeriksaan resmi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah desa maupun pelaksana kegiatan diharapkan dapat memberikan keterbukaan informasi terkait dokumen teknis dan pelaksanaan proyek guna menjaga transparansi penggunaan anggaran publik.(Permana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here