SUBANG – (PI). Kondisi memprihatinkan menimpa sejumlah ruang kelas di SMP Negeri 4 Subang, sekolah yang termasuk favorit dan berlokasi di pusat kota. Beberapa ruang pembelajaran khususnya di tingkat kelas 9 dinilai sudah tidak layak pakai, bahkan dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa roboh, sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar.
“Kami sangat khawatir, ada bagian atap yang terlihat rapuh dan asbes yang sudah getar serta berpotensi jatuh sewaktu-waktu. Rasanya tidak tenang saat harus belajar di ruangan tersebut,” ungkap salah satu siswa kelas 9 yang enggan disebutkan namanya, Senin (13/7/2026).
Kepala Sekolah SMPN 4 Subang, Kusnadi, S.Pd., M.M., mengakui kondisi kerusakan bangunan tersebut dan telah menyampaikan permohonan penanganan cepat kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang.
“Kami memohon agar perbaikan segera dilakukan. Keselamatan siswa dan guru adalah prioritas utama, kami tidak ingin menunggu sampai terjadi hal yang tidak diinginkan baru bergerak bertindak,” ujar Kusnadi.
Perlu diketahui, SMPN 4 Subang baru saja resmi diserahkan kepemimpinannya kepada Kusnadi, S.Pd., M.M. Ia menyatakan kesiapan penuh untuk memikul tanggung jawab melanjutkan tonggak kepemimpinan di sekolah yang telah melahirkan banyak generasi berprestasi ini, termasuk menyelesaikan masalah fasilitas yang ada.
Kondisi makin memanas ketika laporan disertai bukti video kerusakan bangunan tersebut disampaikan kepada Komisi IV DPRD Kabupaten Subang yang membidangi urusan pendidikan. Ketua Komisi IV, Zainal Mufid, Z.SH., menyatakan kekecewaan dan kemarahannya yang mendalam atas kelalaian penanganan ini.
“Kami sangat marah melihat bukti nyata kondisi di lapangan. Segera kami akan memanggil Kepala Disdikbud Subang, Heri Sopandi, untuk memberikan penjelasan secara terbuka di ruang DPRD. Jangan sampai ada korban jiwa tertimpa reruntuhan bangunan baru kita bergerak cepat,” tegas Zainal.
Lebih lanjut, politisi tersebut juga mempertanyakan alokasi penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah tersebut. Diketahui SMPN 4 Subang menerima alokasi Dana BOS mencapai sekitar Rp900 juta per tahunnya.
“Ke mana saja dana yang besar itu digunakan selama ini? Untuk itu, kami memerintahkan agar pengelolaan Dana BOS di sekolah ini segera diaudit secara menyeluruh oleh pihak Inspektorat Daerah (IRDA) atau IRSUS untuk mengetahui kejelasan peruntukannya,” pungkas Zainal Mufid.(Enjang Black)











