Home Daerah DPKP Karawang Gelar Pertemuan Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan

DPKP Karawang Gelar Pertemuan Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan

69
0

Karawang –(PI).Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang melaksanakan pertemuan terkait Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan, Rabu (24/9/2025).

Pertemuan ini tidak hanya diikuti oleh internal DPKP, yakni Bidang Pangan, Bidang Peternakan, serta Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura. Sejumlah instansi lintas sektor juga hadir, di antaranya Bappeda Karawang, Badan Pusat Statistik (BPS) Karawang, Dinas Kesehatan, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah, Perwakilan Kodim 0604 Karawang, serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Drs. Rohman, M.Si., menegaskan pentingnya peta ketahanan dan kerentanan pangan sebagai dasar perumusan kebijakan daerah.

“Peta ketahanan dan kerentanan pangan akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan. Dengan data yang sinkron dan tervalidasi, pemerintah daerah bisa lebih tepat sasaran dalam menyusun program,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Bappeda Karawang menekankan perlunya sinergi lintas sektor agar pembangunan daerah dapat berjalan lebih terpadu. “Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tapi juga distribusi, kesehatan, hingga ketersediaan hunian layak. Semua ini saling terkait,” jelasnya.

Karawang dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional dengan kontribusi besar terhadap produksi beras Jawa Barat. Namun, di balik status tersebut, masih terdapat tantangan terkait kerentanan pangan. Sejumlah wilayah menghadapi persoalan ketersediaan pangan akibat faktor cuaca, alih fungsi lahan, hingga ketimpangan distribusi.

Selain itu, aspek gizi masyarakat juga masih menjadi perhatian. Data Dinas Kesehatan Karawang menunjukkan adanya kasus stunting pada anak serta kerentanan gizi di beberapa kecamatan. Faktor lain seperti daya beli masyarakat, akses terhadap pangan bergizi, serta ketersediaan perumahan layak turut berpengaruh pada kondisi ketahanan pangan daerah.

Dengan adanya sinkronisasi dan validasi data dalam pertemuan ini, pemerintah berharap peta ketahanan dan kerentanan pangan yang dihasilkan dapat menjadi acuan yang akurat. Peta tersebut nantinya tidak hanya menggambarkan kondisi ketersediaan pangan, tetapi juga mencakup aspek akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan di Karawang.

“Harapannya, peta ini bisa menjadi panduan strategis dalam merumuskan program-program ketahanan pangan, sekaligus menekan kerentanan masyarakat terhadap ancaman rawan pangan,” tutup Rohman.

Liputan : M.Novicho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here