Majalengka-(PI). Sebuah ruang santai berubah jadi ruang gagasan. Puluhan anak muda dari berbagai wilayah Kabupaten Majalengka berkumpul dalam agenda Meet & Greet Muda Mudi Majalengka pada Minggu, 3 Mei 2026, yang digelar di Buddy’s Coffee, Majalengka, dalam forum bertema Nongkrong Berfaedah! Muda-Mudi Majalengka Spill Strategi Jadi Agen Perubahan.
Di tengah suasana yang cair namun serius, forum ini mempertemukan generasi muda dengan Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat IX, Ateng Sutisna, bersama jajaran PKS Majalengka serta perwakilan komunitas kepemudaan Majalengka.
Formatnya jauh dari kaku. Tidak ada podium tinggi, tidak ada jarak formal, yang ada hanya meja diskusi, kopi dan percakapan yang mengalir tentang masa depan.
“Jangan jadi penonton di kampung sendiri”
Dalam sesi dialog, Ateng Sutisna menekankan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari keberanian anak muda mengambil peran di lingkungan terdekat.
“Masa muda jangan dilewatkan dengan berdiam diri. Yang malas tidak akan maju. Bangunlah komunitas, mulai dari lingkung seni, klub bola, hingga menjadi penggerak di desa masing-masing. Aktif di organisasi itu kunci,” ujar Ateng Sutisna.
Ia menegaskan bahwa ruang perubahan tidak selalu harus besar. Justru gerakan kecil yang konsisten sering menjadi pemantik perubahan yang lebih luas.

Anak muda: ide banyak, ruang harus dibuka
Dari sisi kepemudaan, Kang Muhammad Fikriyananda, Ketua Bidang Kepemudaan DPD PKS Majalengka, menyebut generasi muda memiliki energi besar yang perlu diarahkan dalam ekosistem yang tepat.
“Harapannya kita bisa melangkah bersama lewat kegiatan yang berdampak. Ke depan, fokus kita ada di tiga hal: Fun, Creative dan Collaborative,” ujarnya.
Sementara itu, Kang Abid Ubaidillah yang turut hadir menyoroti tantangan utama anak muda saat ini bukan pada ide, tetapi pada ruang eksekusi.
“Anak muda hari ini bukan kekurangan ide, tapi sering kekurangan ruang untuk mengeksekusi,” katanya.
Dari obrolan santai ke rencana aksi
Diskusi yang berlangsung hangat itu tidak berhenti pada tanya jawab. Di sesi akhir, para peserta bersama mentor muda mulai merumuskan gagasan program lanjutan berbasis komunitas, dari kegiatan kreatif, sosial, hingga penguatan jejaring antar pemuda di Majalengka.(Ivan)











