Home Berita Terbaru Diduga Terbengkalai, Proyek Pengaspalan Jalan Lingkungan di Kampung Cikato Disorot Warga

Diduga Terbengkalai, Proyek Pengaspalan Jalan Lingkungan di Kampung Cikato Disorot Warga

78
0

Tasikmalaya – (PI). Kegiatan pengaspalan jalan lingkungan di Kampung Cikato, Desa Gunung Tanjung, Kecamatan Gunung Tanjung, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi sorotan warga. Pasalnya, proyek yang bersumber dari anggaran Bantuan Provinsi (Banprov) Tahun 2025 senilai kurang lebih Rp98 juta tersebut hingga kini diduga belum juga direalisasikan secara tuntas.

Berdasarkan keterangan narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, proyek pengaspalan tersebut seharusnya sudah selesai dikerjakan pada tahun 2025. Namun sampai saat ini, bahkan setelah memasuki tahun 2026 dan menginjak bulan Mei, pekerjaan pengaspalan disebut belum terlaksana.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, sampai sekarang belum ada pengerjaan pengaspalan. Hanya ada beberapa material saja,” ungkap narasumber kepada media belum lama ini.

Narasumber juga menyebutkan bahwa dirinya sempat memperoleh informasi dari pihak desa bahwa pekerjaan tersebut akan dialihkan atau diselesaikan pada tahun 2026. Akan tetapi hingga kini belum terlihat adanya aktivitas pekerjaan yang signifikan.

“Dulu pihak desa sempat menyampaikan akan disilpakan ke tahun 2026, tapi sampai sekarang belum juga dikerjakan,” lanjutnya.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan di tengah masyarakat terkait pengelolaan anggaran kegiatan tersebut. Warga berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai realisasi anggaran Banprov Tahun 2025 tersebut agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Gunung Tanjung belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan mangkraknya kegiatan pengaspalan jalan lingkungan di Kampung Cikato tersebut, pihak kepala Desa “Yoga Fitria Permana” dihubungi via WhatsApp guna untuk konfirmasi tidak pernah berhasil, bahkan menurut keterangan sekitar dirinya sudah jarang masuk kantor Desa, termasuk pihak BPD sendiri pun ketika masyarakat berbicara tentang keluhan yang ada jarang meresponnya. (D.RA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here