SUBANG | PELITA INVESTIGASI – Pertumbuhan kawasan perumahan dan pemukiman di Kecamatan Subang tak lagi terbendung. Sebagai pusat pemerintahan sekaligus jantung perekonomian dan perdagangan Kabupaten Subang, perkembangan ini membawa dampak positif sekaligus tantangan tersendiri. Salah satu persoalan mendesak yang kini dihadapi adalah penanganan sampah yang semakin pelik akibat keterbatasan lahan.
Saat ini, ketersediaan lahan kosong yang memadai untuk pengelolaan persampahan semakin sulit ditemukan. Sejauh ini, hanya terdapat satu Tempat Pembuangan Sementara (TPS) utama yang berlokasi di belakang Terminal Subang, Kelurahan Sukamelang, yang harus menampung timbulan sampah dari seluruh wilayah kecamatan.
Merespons kondisi tersebut, Camat Subang, Sumardi, S.STP., M.AP., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai bergerak dari hal paling mendasar, yaitu kesadaran diri sendiri.
“Untuk menanggulangi persoalan sampah ini harus dimulai dari kesadaran kita sendiri. Seandainya kita mau memilah sampah, membedakan mana yang organik dan mana yang non-organik, dari hal sekecil itu saja volume sampah yang harus dibuang akan berkurang drastis,” ujar Sumardi, Senin (27/7/2026).
Lebih jauh, Sumardi menegaskan bahwa kebiasaan memilah sampah sejak di rumah bukan sekadar meringankan beban pengangkutan, melainkan juga bisa bernilai ekonomis. Sampah yang sudah dipilah dapat dimanfaatkan kembali atau dijual sehingga mendatangkan keuntungan.
Pemerintah Kecamatan Subang mengaku terus berupaya melakukan pembinaan dan edukasi secara berkelanjutan ke lapisan masyarakat. Namun, keberhasilan penanganan sampah, kata dia, tidak mungkin dibebankan semata-mata kepada pihak pemerintah.
“Masalah ini tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Harus ada dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh warga. Mulailah dari lingkungan keluarga sendiri, biasakan memilah sampah sejak dari rumah,” tegasnya.
Dengan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat, diharapkan persoalan sampah di pusat kota ini dapat teratasi secara berkelanjutan tanpa harus terus-menerus mencari lahan pembuangan baru yang semakin terbatas ketersediaannya.(Enjang Black)











