Home Pendidikan SMPN 7 Jember Gunakan Jaringan Internet 50 Mbps untuk Kelas Online

SMPN 7 Jember Gunakan Jaringan Internet 50 Mbps untuk Kelas Online

147
0

Jember (PI) – Saat ini layanan pembelajaran masih mengikuti surat edaran Mendikbud Nomor 4 tahun 2020 yang diperkuat dengan surat edaran Sekjen Nomor 15 tahun 2020 tentang pelaksanaan belajar dari rumah selama darurat covid 19 dalam surat edaran tersebut pemerintah bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak peserta anak didik agar mendapatkan layanan pendidikan selama darurat covid19, sehingga dengan surat edaran tersebut mau tidak mau semua lembaga pendidikan di seluruh Indonesia wajib melaksanakan apa yang menjadi kebijakan pemerintah melalui menteri pendidikan dan kebudayaan. Meskipun kebijakan tersebut membuat para orang tua peserta anak didik mengeluarkan anggaran extra untuk membeli kuota internet.

Saiful Bahri saat dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, untuk kegiatan pembelajaran ‘Dalam Jaringan’ atau daring memang cukup klasik dalam arti memang mempunyai kelemahan yang pertama karena menggunakan aplikasi komputer ataupun HP android namun tidak semua peserta anak didik mempunyai komputer bahkan yang mempunyai HP android cukup terbatas dan yang kedua kadang di sekitar rumah tidak ada jaringan internet dan yang ketiga menyedot jumlah kuota internet lebih besar jadi kalau kita menggunakan aplikasi bisa memakan waktu satu jam dengan menghabiskan kuota diatas satu giga memang itu menjadi beban orang tua yang cukup berat.

Akan tetapi menurutnya, tidak semua proses belajar mengajar harus memakai daring atau belajar melalui jaringan sebab para peserta anak didik bisa belajar melalui luring atau belajar tanpa melalui jaringan internet karena para peserta anak didik juga bisa belajar melalui radio maupun televisi jadi tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran extra untuk membeli kuota internet tapi para peserta anak didik SMPN 7 Jember tidak perlu khawatir proses belajar terganggu karena SMPN 7 Jember akan menyiapkan ruangan dengan sarana komputer dan jaringan wifi dengan kapasitas 50 Mbps bagi siswa yang tidak memiliki komputer atau HP android tapi jumlah siswa yang memanfaatkan kelas tersebut hanya dibatasi lima siswa hal ini di sebabkan karena hingga saat ini pemerintah belum menetapkan berakhirnya pendemi covid-19, memang kadang suatu kebijakan tidak sesuai dengan harapan masyarakat karena dengan adannya belajar dari rumah justru bukan meringankan beban masyarakat tapi malah justru menambah beban kepada masyarakat. (Joko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here