Home Berita Utama Bobroknya Proyek Jalan Beton di Indramayu, Dinas PUPR Malah Kucing-kucingan”

Bobroknya Proyek Jalan Beton di Indramayu, Dinas PUPR Malah Kucing-kucingan”

42
0

INDRAMAYU-(PI). Dugaan ketidakberesan pada proyek infrastruktur di Kabupaten Indramayu kini bukan lagi sekadar isu, melainkan telah terbukti secara nyata lewat dokumentasi kondisi lapangan.

Berdasarkan foto-foto yang berhasil dihimpun, ruas jalan beton yang baru saja selesai dibangun dalam hitungan bulan kini kondisinya hancur lebur bagaikan reruntuhan pasca-bencana. Terlihat jelas perkerasan beton pecah berkeping-keping di sepanjang jalur lalu lintas. Di sejumlah titik, batu campuran dan tanah dasar terlepas, membentuk lubang serta patahan tajam yang sangat membahayakan keselamatan pengendara, terutama sepeda motor.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Pemuda Anti Korupsi (KOMPAK) menegaskan, kondisi ini menjadi bukti nyata adanya indikasi kuat penyimpangan, mulai dari pengurangan volume pekerjaan, penurunan mutu bahan bangunan, hingga lemahnya pengawasan dari dinas terkait.

“Umur teknis jalan beton direncanakan bisa bertahan belasan hingga puluhan tahun. Jika baru berbulan-bulan sudah hancur seperti ini, dipastikan ada pelanggaran standar teknis yang sangat mencolok. Kami menduga hal ini dibiarkan secara sengaja dan sistematis,” tegas perwakilan KOMPAK dengan nada tegas.

Ironisnya, bukti yang begitu jelas ini justru tidak mendapatkan tanggapan serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu. Surat permohonan klarifikasi resmi yang dikirimkan KOMPAK sejak dua bulan lalu hingga kini tidak mendapat jawaban sama sekali.

Demikian pula saat tim redaksi mendatangi kantor dinas untuk meminta penjelasan kepada Kepala Dinas maupun Kepala Bidang Jalan selaku Pejabat Pembuat Komitmen, keduanya diketahui “tidak ada di tempat” dan tidak dapat dihubungi lewat telepon maupun pesan daring. Sikap menghindar ini dinilai publik sebagai tanda kepanikan karena bobroknya hasil pekerjaan mulai terungkap ke permukaan.

LSM KOMPAK menyatakan tidak akan tinggal diam. Mereka siap menyerahkan seluruh bukti foto lapangan dan dokumen pendukung ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat serta Badan Pemeriksa Keuangan, guna dilakukan pemeriksaan dan audit forensik konstruksi secara menyeluruh,”(Tim Redaksi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here