Home Daerah Diduga Proyek Rekonstruksi Jalan Sukagalih–Ciponyo Tidak Sesuai Teknis, Dinas Akan Lakukan Evaluasi

Diduga Proyek Rekonstruksi Jalan Sukagalih–Ciponyo Tidak Sesuai Teknis, Dinas Akan Lakukan Evaluasi

53
0

Tasikmalaya – (PI). Pelaksanaan proyek Rekonstruksi Jalan Sukagalih–Ciponyo yang berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya menjadi sorotan. Proyek dengan nilai kontrak sekitar Rp3,31 miliar yang dikerjakan oleh CV Arisu Nusantara tersebut diduga memerlukan pengawasan lebih ketat dalam pelaksanaannya.

Menurut keterangan narasumber yang diterima media, pekerjaan pemasangan saluran beton pracetak (U-Ditch) diduga dilakukan tidak sesuai dengan kaidah teknis. Narasumber menilai pemasangan dilakukan secara terburu-buru tanpa memperhatikan tahapan pekerjaan yang semestinya.

Berdasarkan hasil pantauan awak media di lokasi, ditemukan sejumlah U-Ditch telah terpasang pada galian saluran. Namun, diduga pemasangan dilakukan tanpa adanya pemadatan dasar galian dan tanpa bantalan pasir (sand bedding) yang umumnya digunakan sebagai alas untuk menjaga kestabilan dan keseragaman elevasi saluran.

Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pengawasan, baik oleh konsultan pengawas maupun pengawas teknis dari instansi terkait. Pasalnya, tahapan persiapan dasar saluran merupakan bagian penting untuk menjamin kualitas dan umur konstruksi.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Bidang Jalan Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya sebagai pengawas internal teknis lapangan, Arif, memberikan penjelasan kepada awak media. Ia menyatakan bahwa pekerjaan yang dinilai tidak sesuai akan dilakukan evaluasi.
“Itu pasti akan kami bongkar kang, sama halnya dengan pekerjaan yang di Ciawi juga dibongkar. Menurut saya seharusnya menggunakan bantalan pasir sebagai dasar pemasangan,” ujarnya.

Arif juga menyampaikan apresiasi kepada awak media yang telah memberikan informasi sebagai bentuk fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaan proyek pemerintah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas informasi dari rekan-rekan media sebagai sosial kontrol. Ini menjadi bahan koreksi bagi kami,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengaku akan segera menyampaikan temuan tersebut kepada pihak pelaksana lapangan, yakni Irham dan Iyus, agar dilakukan pengecekan dan tindak lanjut sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
Terkait keberadaan papan informasi proyek yang sebelumnya dipasang pada pohon, Arif menjelaskan bahwa dirinya telah meminta agar papan tersebut dipindahkan ke lokasi yang lebih tepat dan mudah terlihat masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemasangan U-Ditch tanpa pemadatan dan bantalan pasir tersebut. Media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut guna memperoleh penjelasan yang berimbang dari seluruh pihak terkait.
(D.RA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here