Home Daerah Siswa Belajar Berdampingan dengan Tumpukan Sampah, Penanganan Lingkungan di SMPN 3 Argapura...

Siswa Belajar Berdampingan dengan Tumpukan Sampah, Penanganan Lingkungan di SMPN 3 Argapura Desak Perhatian Pemerintah

18
0

Majalengka — (PI). Aktivitas di dalam kelas para siswa SMP Negeri 3 Argapura, Desa Mekarwangi, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, berlangsung di tengah kondisi lingkungan yang memprihatinkan. Tepat di samping ruang kelas, tumpukan sampah rumah tangga milik sebagian masyarakat sekitar terlihat menumpuk dan menimbulkan bau menyengat.

Pantauan di lokasi pada Minggu, 11 Mei 2026, menunjukkan karung dan plastik berisi sampah berada di area terbuka yang berbatasan langsung dengan bangunan kelas. Sejumlah sampah tampak mulai menghitam dan diduga telah berada cukup lama di lokasi tanpa pengangkutan rutin.

Jarak antara titik penumpukan sampah dan ruang belajar hanya beberapa meter. Aroma tidak sedap tercium hingga area sekitar sekolah, baik saat cuaca panas maupun ketika hujan turun. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan belajar siswa.

“Bau, Pak,” ujar E**, salah seorang siswa, singkat kepada awak media saat ditemui di sekitar sekolah.

Keluhan serupa disampaikan warga sekitar. Mereka menyebut aroma sampah kerap tercium bahkan dari jalan di sekitar lokasi sekolah.

“Jangankan siswa yang sangat dekat dengan sampah tersebut, kami saja yang hanya lewat sudah mencium bau yang kurang enak. Kasihan siswa-siswi yang belajar, mungkin sangat tidak nyaman dengan baunya,” ujar Ar, warga sekitar.

Menurut warga lain berinisial Um**, area tersebut sebelumnya memang digunakan sebagai titik pengumpulan sampah sementara. Namun, kata dia, sampah biasanya langsung diangkut dan tidak dibiarkan menumpuk dalam waktu lama.

“Memang biasanya dikumpulkan di situ, tapi langsung diambil. Tidak sampai menumpuk seperti sekarang,” kata Um**.

Ia menyebut pengangkutan terakhir dilakukan setelah Idul Fitri 2026. Setelah itu, volume sampah disebut terus bertambah tanpa penanganan rutin sebagaimana sebelumnya.

Keberadaan tumpukan sampah di dekat ruang belajar memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan pengelolaan kebersihan di sekitar fasilitas pendidikan. Di tengah berbagai program mengenai sekolah sehat dan lingkungan bersih, para siswa justru menjalani aktivitas belajar dalam jarak dekat dengan tumpukan sampah rumah tangga yang menimbulkan bau menyengat dan mengundang lalat.

Kondisi tersebut dinilai tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa. Selain mengganggu kenyamanan belajar, penumpukan sampah yang dibiarkan terlalu lama di sekitar lingkungan sekolah dikhawatirkan berdampak pada kesehatan dan kualitas lingkungan pendidikan.

Warga berharap kepada Pemerintah Desa Mekarwangi, Pemerintah Kecamatan Argapura serta instansi terkait agar segera mengambil langkah nyata dalam menangani dan mengangkut sampah secara rutin di lokasi tersebut. Mereka menilai persoalan yang berada tepat di lingkungan sekolah tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut, terlebih aktivitas para siswa berlangsung setiap hari dalam jarak sangat dekat dengan tumpukan sampah.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab keterlambatan pengangkutan sampah maupun langkah penanganan lanjutan di lokasi tersebut.

Sementara aktivitas di dalam kelas tetap berlangsung seperti biasa, tumpukan sampah masih terlihat berada di sisi ruang kelas SMP Negeri 3 Argapura. (Ivan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here