SUBANG | PELITA INVESTIGASI – Kepedulian nyata terhadap nasib petani kembali ditunjukkan Kompol (Purn) Yayah Rokayah, mantan Kapolsek Subang yang kini juga menjabat sebagai pengurus HKTI DPC Subang. Sabtu (18/07/2026), ia turun langsung ke lapangan bergotong royong bersama warga memperbaiki saluran irigasi Cileuweung yang rusak parah.
Kegiatan swadaya ini melibatkan gabungan kelompok tani Parigi 1, Parigi 2, Jabrud, dan Sukamelang, yang dipimpin Ulu-ulu irigasi Edeng serta pimpinan Mitra Belendung Sukamelang. Bersama-sama mereka menambal kerusakan tanggul di tiga titik, mulai dari Pintu Air 3 hingga ujung Babakan Bandung.
Kerusakan ini bukan masalah sepele. Aliran air terhambat total, membuat sekitar 1.500 hektare sawah di Desa Sukamelang dan Desa Belendung mengalami kekeringan. Akibatnya, hasil panen pada musim lalu merosot tajam hingga 40 persen—kerugian besar yang dirasakan langsung oleh para petani.

Di tengah terik matahari, Yayah Rokayah tidak hanya memantau, tetapi ikut serta membantu pekerjaan perbaikan yang dilakukan secara mandiri oleh warga. Langkah ini menjadi bukti kehadiran tokoh masyarakat yang tetap peduli meski sudah tidak lagi menjabat.
Sementara itu, perwakilan petani Oman menyampaikan keresahan mendalam. “Perbaikan manual ini hanya solusi sementara. Kami sangat berharap pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan memberikan penanganan permanen. Agar air bisa mengalir lancar kembali, dan kami tidak terus-menerus merugi karena kekeringan,” ungkapnya.
Para petani berharap perhatian ini tidak berhenti pada kegiatan gotong royong semata. Infrastruktur irigasi yang baik adalah kunci produktivitas pertanian, sekaligus pondasi ketahanan pangan di wilayah Subang.(Permana.WT)











