Tasikmalaya | Pelita Investigasi – Dugaan pemotongan honor kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, menjadi sorotan. Sejumlah kader diduga diminta menyisihkan sebagian honor yang diterima dengan alasan akan disetorkan kepada pihak Dinas,ungkap Narasumber Senin 03/08/2026 Kepada Media.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Dari Narasumber, jumlah kader TPK di Kecamatan Cikalong mencapai sekitar 159 orang yang tersebar di 13 desa. Masing-masing kader menerima honor sebesar Rp220.000. Dari jumlah tersebut, setiap kader diduga diminta menyerahkan Rp20.000 per bulan atau Rp60.000 setiap tiga bulan.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Koordinator PLKB Kecamatan Cikalong, Ida Nurmala,Selasa 04/08/2026, membenarkan adanya pungutan sebesar Rp60.000 setiap tiga bulan dari setiap kader. Namun, ia mengakui bahwa alasan awalnya uang tersebut diperuntukkan bagi pihak dinas.
“Atas kesepakatan dengan seluruh kader sebesar Rp20 ribu per bulan atau Rp60 ribu per tiga bulan. Namun sebenarnya terjadi salah penyampaian. Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan alat tulis kantor (ATK),” ujar Ida.
Sementara itu, narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan keterangan berbeda. Menurutnya, sejak awal pemungutan tersebut disampaikan dengan alasan untuk diberikan kepada pihak dinas, bukan untuk kebutuhan ATK. Narasumber juga menyebutkan bahwa kebutuhan ATK selama ini umumnya ditanggung masing-masing kader.
Perbedaan keterangan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai dasar hukum, mekanisme, serta peruntukan dana yang dipungut dari honor para kader. Apabila benar pungutan tersebut dilakukan, diperlukan penjelasan yang transparan mengenai dasar kesepakatan, pengelolaan dana, serta pertanggungjawabannya.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Dinas terkait mengenai ada atau tidaknya kebijakan yang mengatur pemotongan honor kader TPK untuk kepentingan operasional maupun kebutuhan lainnya. Media masih berupaya meminta klarifikasi dari pihak Dinas guna memperoleh informasi yang berimbang.(D.RA)











