Home Ekonomi & Bisnis PT.Pratama Abadi Industri Pabrik Sepatu Ternama NIKE Telah Menghianati Masyarakat Limbangan

PT.Pratama Abadi Industri Pabrik Sepatu Ternama NIKE Telah Menghianati Masyarakat Limbangan

8600
0
PT.Pratama Abadi Industri, pabrik sepatu ternama NIKE berlokasi di Jl. Raya Nagreg-Limbangan No.17, Cijolang, Kecamatan Balubur Limbangan Kabupaten Garut

GARUT (PelitaInvestigasi.com) – Siapa menabur angin, pasti akan menuai badai. Pepatah lama tersebut agaknya masih relevan untuk melukiskan  sikap dan ulah PT. Pratama Abadi  Industri, pabrik sepatu ternama NIKE yang jelas- jelas telah menghianati komitmenya, sekaligus membatalkan sepihak  bentuk komitmen tersebut dengan masyarakat Kecamatan BL Limbangan Garut yang telah disepakati dan ditandatanganinya.

Sebagaimana yang tertuang dalam surat pernyataan yang dibuat PT.Pratama Abadi Industri sendiri di hadapan Bupati Garut, Forkopimda Kabupaten Garut, Ketua MUI,  Komite Nasional  Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan BL.Limbangan, Pimpinan Pondok Pesantren Assa’adah selaku perwakilan masyarakat Kecamatan BL.Limbangan di Pendopo Garut, 18 Agustus 2020 dalam waktu 30 hari akan merealisasikan komitmennya. Tapi faktanya  hingga tiba waktunya surat pernyataan tersebut tak lebih hanya akal bulus untuk mengelabui masyarakat Kecamatan BL.Limbangan dan tak lebih hanya janji gombal bersifat basa basi.

Pada tanggal 15 Februari 2021 sikap arogansi dari PT.Pratama Abadi Industri semakin menjadi jadi, bahkan dengan santai menyampaikan bahwa komitmen tersebut tidak dapat dipenuhi dengan alasan yang sangat tidak mendasar dan bisa terima akal sehat.

Jelas hal tersebut menimbulkan kekecewaan yang luar biasa dan dianggap sebagai bentuk pelecehan terhadap apa yang seharusnya bisa diselesaikan dengan jalan yang baik dan bijaksana.

Dan masyarakat Kecamatan BL.Limbangan, sudah pasti sejak berita ini ditulis (22/2/2021) akan melakukan perlawanan terhadap perusahaan kapitalis tersebut dengan cara- cara egaliter, sebab sudah menyangkut harga diri dan kehormatan (marwah) sebagai masyarakat yang taat hukum, religius yang telah dirobek- robek secara struktural, masif dan sistemis. (Hilman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here